Langsat jadi salah satu buah favorit. Rasanya manis dan disukai sebagian warga Kota Sampit. Warga Desa Cempaka Mulia dan Kotabesi membudidayakan tanaman tersebut.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Perjalanan menuju Desa Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur memerlukan waktu sekitar satu jam. Menggunakan kendaraan roda empat, Radar Sampit menuju lokasi kebun buah langsat milik warga Desa Cempaka Mulia yang juga merupakan Kepala Puskesmas Cempaka Mulia.
Setiba di kebun, Wakil Bupati Kotim Irawati sudah datang lebih dulu. Bersenda gurau dengan tenaga kesehatan setempat yang juga menemaninya memanen buah langsat dan merasakan langsung manisnya buah yang langsung dipetik dari pohonnya.
”Ini kebun buah milik Kepala Puskesmas Cempaga Saif Ansari. Kebetulan pohon dukunya (langsat, red) berbuah. Saya diajak kemari untuk memanen buah dan merasakan langsung buahnya,” kata Irawati, Senin (26/2/2024).
Irawati mencicipi semua jenis buah langsat yang ditanami keluarga Saif Ansari sejak tahun 1980. Buah langsat biasanya panen sekali dalam setahun dan Februari kali ini saatnya panen untuk ke puluhan kalinya.
”Ada jenis langsat tingkapan, tanggulan, dan mata babi. Tingkapan rasanya manis dan bijinya lumayan besar. Langsat tanggulan sama manisnya bijinya agak kecil. Saya berharap Pak Saif segera mengurus buah langsatnya untuk didaftarkan ke Dinas Pertanian Kotim menjadi buah langsat varietas unggulan Kotim,” katanya.
Menurutnya, buah langsat baiknya didiamkan selama dua hari untuk menghilangkan getahnya. ”Sebenarnya dipetik langsung di makan enak-enak saja. Tapi, lebih manis lagi kalau didiamkan dua hari. Tadi, saya mencoba buah langsat yang sudah jatuh dari pohon, rasanya lebih manis,” katanya.
Irawati juga tak sendiri memanen buah. Ada sejumlah tenaga kesehatan setempat, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kotim Mursyidah dan Ketua PWI Kotim yang juga Direktur Radar Sampit Siti Fauziah.
Sembari memanen, Fauziah terlihat begitu bersemangat. Bahkan nekat ingin memanjat. Dua karung bekas sengaja ia siapkan untuk menampung hasil panen buah langsat segar yang memang sudah dipersilakan oleh pemilik kebun.
”Buahnya terlihat siap panen, banyak bergelantungan. Tidak sabar rasanya ingin ikut memanen. Tetapi, ternyata ada sarang tawon, saya tidak jadi dan memilih turun daripada pulang badan bentol-bentol,” ucap Fauziah yang sudah memanjat dua langkah di pohon, namun mengurungkan niatnya karena tak ingin mengambil risiko.
Saking semangatnya memanen buah langsat, Fauziah tak menyadari semut merah menggigit jari kakinya yang mungil hingga sedikit membengkak dan kemerahan. Tak hanya kaki, selama di kebun, Fauziah juga beberapa kali digigit nyamuk di punggung tangannya sampai bentol-bentol.
Meski begitu, ia tak jera dan nampak bahagia ketika punya kesempatan memanen langsung buah langsat di lahan warga.
”Saya sudah ke sini Kamis lalu dan Senin ini ke sini lagi. Kalau dipikir-pikir, membeli buah langsat yang dijual di pinggir jalan Kota Sampit Rp10 ribu bisa dapat sekilogram, tidak perlu jauh-jauh kesini. Tapi, rasanya tetap beda. Memetik sendiri dengan membeli langsung, perjuangannya terasa berbeda,” ucapnya sambil bercanda dengan Muhammad Alianur, tenaga kesehatan di Puskesmas Cempaka Mulia yang dikenal humoris.
Kepala Puskesmas Cempaka Mulia Saif Ansari mengatakan, di atas lahan 4 hektare, keluarganya menanam lebih dari 50 pohon langsat. Tidak hanya itu, ada pula pohon durian, ramban, manggis, rambutan, rambai, kacang panjang, terong, labu, dan singkong yang juga ditanam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.








