IGD RSSI Jadi Ruang Transit Pasien Covid-19

Kapasitas Buffer Oksigen Juga Ditambah

ruang isolasi pasien covid-19
LAYANAN PASIEN ODGJ: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun tengah menyiapkan bangsal untuk perawatan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun saat ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang isolasi tetapi juga menjadi ruang transit pasien suspek Covid-19.

Puluhan pasien Covid-19 yang berada di IGD tersebut menunggu hasil pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di sejumlah gedung dan ruang RSSI dinyatakan sembuh dan mereka baru digeser ke ruang isolasi yang telah kosong.

Bacaan Lainnya

“Mereka yang transit di IGD durasi waktunya bisa satu hingga tiga hari, karena proses sembuh pasien lain di ruang isolasi tidak bisa ditentukan,” kata Wakil Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Hardino, Rabu (4/8).

Mengingat tingginya angka terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirujuk ke RSSI Pangkalan Bun, pihak rumah sakit meminta maaf apabila tidak bisa memberikan pelayanan maksimal.

Ia menyebut bahwa setiap harinya jumlah pasien suspek Covid-19 yang antre di IGD RSSI berjumlah antara 20 sampai 25 orang. Selain itu rumah sakit sudah membuka ruang isolasi yang sebelumnya digunakan untuk perawatan pasien umum atau non Covid-19. Diantaranya gedung lima lantai, ruang Ramin.

Baca Juga :  Sopir dan Kernet Boleh Pakai Antigen

“Kita juga sudah menambah ruangan baru seperti ruangan bedah yang kita jadikan ruang isolasi dan bangsal perawatan penyakit wanita juga kita alihkan untuk ruangan isolasi,” ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa saat ini kunjungan untuk penyakit umum non Covid-19 di RSSI juga terbilang cukup tinggi, sementara hampir semua ruangan di RSSI sudah digunakan untuk isolasi pasien Covid-19.

Informasi yang dihimpun setelah mendapat suplai dari PT Korindo terkait dengan oksigen untuk pasien Covid-19, RSSI Pangkalan Bun saat ini juga sedang melakukan peningkatan kapasitas buffer oksigen dari semula 20 ton akan ditambah cadangan oksigen 20 ton.

Penambahan kapasitas tersebut mengingat angka kebutuhan oksigen mencapai 3 sampai 4 ton per harinya, belum lagi ditambah dengan pembukaan ruang-ruang isolasi yang baru. (tyo/sla)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *