Ini Pemicu Inflasi di Kalteng Jadi Tinggi

Pasar Murah Terus Digelar

bps kalteng,inflasi,pasar murah,palangkaraya,sampit
TEKAN INFLASI: Warga antusias membeli paket sembako subsidi saat Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar operasi pasar di Jalan Kalimantan, Selasa (4/10).(dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA-RadarSampit.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah merilis Indeks Harga Konsumen di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah di Bulan September 2022.

Ada beberapa faktor penyebab inflasi di Kota Palangka Raya dan Sampit meninggi, bahkan teratas secara nasional.

Kepala BPS Provinsi Kalteng Eko Marsoro menyampaikan,  Kalteng mengalami inflasi sebesar 1,19 persen pada September 2022. Hal tersebut berdasarkan acuan dua Kota di Kalteng yakni Palangka Raya dan Sampit, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,23.

Diungkapkannya, inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pada September 2022 terjadi karena adanya kenaikan indeks kelompok transportasi sebesar 7,45 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,85 persen. Kemudian penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,59 persen dan makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,34 persen.

Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada September 2022 antara lain bawang merah, angkutan udara, tomat, minyak goreng, semangka, cabai rawit, ikan gabus, ikan nila, ikan laying atau ikan benggol, dan emas perhiasan.

Lalu, Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada September 2022 antara lain bensin, beras, bahan bakar rumah tangga, pasir, kacang panjang, daging ayam ras, pisang, mie kering instan, tarif kendaraan travel, dan air kemasan.

”Inflasi tahun kalender pada September 2022 terhadap Desember 2021 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 5,49 persen. Sedangkan inflasi dari tahun ke tahun sebesar 8,12 persen.Semoga kedepan ekonomi di Kalteng semakin lebih baik dan keadaan tersebut bisa teratasi secara baik,” ujar Eko.

Sementara itu, menekan inflasi akibat kenaikan harga bahan pangan dan kenaikan harga bahan bakar minyak,  Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perdagangan (DPKUKMP) kembali menggelar pasar murah.

Kali ini yang dijual dengan harga subsidi, yakni 2.000 paket sembako, dengan sasaran bagi warga kurang mampu di Jalan Kalimantan Palangkaraya, Selasa (4/10).

Pada operasi pasar itu di antara isi setiap paket seperti beras lima kilogram, gula pasir dua kilogram, minyak goreng dua liter. Dari harga awalnya di pasar sebesar Rp145 ribu, dijual kembali dengan harga Rp100 ribu. Artinya, pada setiap paket diberikan subsidi harga sebesar Rp45 ribu.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, operasi pasar di Jalan Kalimantan merupakan titik keenam yang dilakukan pemkot bersama pihak terkait. Langkah tersebut sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat sebagai langkah konkret menekan angka inflasi.

“Ini salah satunya adalah melaksanakan operasi pasar. Kita sediakan sebanyak 2.000 paket, Awalnya  hanya 1.000 tetapi karena antusias dari masyarakat maka itu jadi 2.000. Kita subsidi RP 42 ribu, harganya jadi Rp100 ribu,” ujarnya.

Fairid melanjutkan, operasi pasar tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dilaksanakan secara berkala dan menyeluruh. “Saya sampaikan pengaruh dari operasi pasar ini ada. Maka itu saya juga minta masyarakat jangan panik dalam berbelanja. Belanjalah dengan bijak jangan sampai menumpuk bahan pokok,  karena akan menyebabkan kekosongan di pasar sehingga barang langka dan harga jadi mahal,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Pemkot telah mengalokasikan dana darurat sebesar Rp4 Miliar untuk menekan inflasi dan hal itu sudah diperbolehkan. Pihaknya juga melaksanakan berbagai program pemerintah, termasuk menjalin kerjasama antardaerah dan operasi pasar.

Pos terkait