Inilah Penyebab Tertundanya Pengaspalan Jalan HM Arsyad Sampit

Alat Berat Sudah Siap, Genset dan Alat Produksi Aspal Malah Bermasalah

jalan rusak hm arsyad
MASIH PROSES: Jalan HM Arsyad yang masih dalam proses perbaikan akan segera diaspal pekan ini. (HENY/RADAR SAMPIT)

Rencana pengaspalan jalan yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur di Jalan HM Arsyad Sampit harus tertunda. Masalah teknis membuat pengerjaan proyek itu tak sesuai jadwal.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Ruas Jalan HM Arsyad merupakan salah satu jalur padat di Kota Sampit. Proyek pemeliharaan jalan yang dilakukan dalam beberapa pekan, ”memaksa” masyarakat harus bersabar mencari alternatif jalan lain, atau tetap melintas dengan risiko debu.

Kepastian pengaspalan jalan yang disampaikan pekan lalu, sempat membuat sebagian masyarakat lega, karena ruas itu akan segera mulus. Namun, target pengaspalan itu ternyata meleset dari jadwal.

Pantauan Radar Sampit pekan lalu, dua alat berat sudah siap diturunkan di tepi Jalan HM Arsyad, dekat Bundaran KB. Namun, tahap pengaspalan belum juga dikerjakan.

”Mohon maaf, alat berat sudah siap Selasa, minggu lalu. Tapi, terkendala saat produksi aspalnya. Gensetnya bermasalah, sehingga harus mendatangkan teknisi khusus dari Jawa,” kata Bagus Anugrah Nusantara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan Rekonstruksi Jalan HM Arsyad yang bertugas di Bidang Bina Marga DSDWBMBKPRKP Kotim, Senin (7/10).

Setelah persoalan genset selesai ditangani, aspal mulai diproduksi dan diampar di kilometer 14. Namun, Asphalt Mixing Plant (AMP) atau alat yang digunakan untuk memproduksi aspal mengalami kerusakan, sehingga produksi aspal kembali tertunda.

”Alat untuk memasak aspal ini hanya dipakai setahun sekali. Mungkin karena tidak setiap hari dipakai, jadi ada kerusakan. Tetapi, setelah saya tanya pihak kontraktornya, direncanakan besok (hari ini, Red) mulai lanjut lagi produksi aspalnya,” katanya.

Baca Juga :  Kotim Kirim 104 Peserta, Targetkan Juara Umum FBIM

Sebelum terjadi kendala produksi aspal, Jalan HM Arsyad sisi jalur (timur) sudah dikompresor untuk membersihkan jalan yang berdebu. Kemudian, meratakan permukaan dan dilanjutkan pengerjaan lapis perekat menggunakan cairan aspal panas.

”Minggu lalu sudah dilapisi cairan aspal panas dari Bundaran KB sampai kantor BLK. Jalan ini harusnya ditutup selama enam jam, tetapi produksi aspalnya sempat terkendala. Karenanya, minggu ini cairan lapis perekatnya diulang, diampar lagi sebelum proses pengaspalan sempurna,” jelasnya.

Rekonstruksi peningkatan sekaligus pengaspalan Jalan HM Arsyad jalur sisi timur akan dikerjakan sepanjang 2,4 kilometer menggunakan metode Cement Treated Recycling Base (CTRB).

Metode ini dilakukan dengan cara mendaur ulang lapisan aspal lama yang sudah merekat, kemudian dikelupas dengan ditambahkan material batu, semen dan di-recycle menggunakan alat khusus.

Metode CTRB sebelumnya sudah digunakan untuk rekonstruksi Jalan HM Arsyad jalur sisi barat tahun lalu. Metode yang sama dilanjutkan tahun ini pada jalur sisi timur.

”Pekerjaan pengaspalan Jalan HM Arsyad dikerjakan setinggi 30 cm dari eksisting jalan lama. Sudah termasuk dengan pengaspalan setebal 9 cm,” ujarnya.

Proyek itu dikerjakan CV Sakajang Bintang Utama sebagai kontraktor pelaksana dan CV Berlian Kalimantan Engineering sebagai Konsultan Pengawas.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di sekitar lokasi, tertulis rekonstruksi peningkatan Jalan HM Arsyad dianggarkan menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun 2023 sebesar Rp12.194.000.000 yang dikerjakan 7 Agustus 2024 dan ditenggat selesai 24 Desember 2024.

”Kami targetkan pengaspalan selesai dikerjakan dalam 1-2 minggu. Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi. Kondisi cuaca juga jadi pengaruh kalau sampai hujan. Terpenting suhu aspal masih terjaga. Jika aspal tidak sampai dingin, maka pekerjaan masih tetap bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Pos terkait