Jadi Pertemuan Dua Sungai, Banjir di Desa Hanjalipan Semakin Tinggi

banjir hanjalipan
BANJIR : Kondisi jalan di Desa Hanjalipan RT 2 yang masih terendam banjir, Sabtu (11/5/2024). (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.com – Sudah lima hari, kondisi jalan di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terendam banjir. Hingga Sabtu (11/5/2024) sore, debit air mengalami kenaikan dari 97 cm menjadi 110 cm.

Akibatnya, tidak hanya jalan yang terendam banjir, tetapi sebagian rumah warga juga kebanjiran setingggi 5-10 cm dari lantai rumah warga.

Bacaan Lainnya

Kepala Urusan Keuangan Desa Hanjalipan Rian Hidayat mengatakan, ketinggian banjir bervariasi. Dari total 4 RT di Desa Hanjalipan, dilaporkan ketinggian air di RT 1 di kisaran 50-70 cm terdapat dua rumah warga terendam banjir, RT 2 ketinggian di kisaran 20-30 cm terdapat 1 rumah warga terendam banjir.

Kemudian di RT 3 ketinggian banjir di kisaran 30-50 cm, dan kondisi terparah terjadi di ujung Desa Hanjalipan RT 4 yang memiliki dataran tanah lebih rendah ketinggian air sudah mencapai 110 cm dan terdapat 8 rumah warga terendam banjir.

Baca Juga :  Batik Air Bakal Susul Citilink Layani Jakarta-Pangkalan Bun

“Banjir sudah terjadi sejak 7 Mei sampai sore tadi debit air naik, paginya 97 cm naik menjadi 110 cm. Air tetap bertahan belum surut, kemungkinan besok air naik lagi apalagi ditambah kondisi air pasang,” katanya.

Selama banjir merendam jalan Desa Hanjalipan, belum ada satupun warga yang mengungsi. Warga memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing.

“Warga yang rumahnya terendam banjir tetap bertahan di rumahnya, mereka membuat katil semacam meja panggung untuk mereka beristirahat,” katanya.

Kondisi banjir sudah biasa dialami warga Desa Hanjalipan. Letak desa yang berada di pinggir Sungai Mentaya dan berada di muara sungai yang mempertemukan dua Sungai Mentaya dan Sungai Tualan membuat desa ini berisiko menghadapi banjir yang sewaktu-waktu terjadi.

“Waktu 29 April lalu di Kota Sampit dan beberapa kecamatan lain banjir, Desa Hanjalipan belum mengalami banjir. Baru minggu ini air naik, karena kiriman banjir dari wilayah utara. Yang dikhawatirkan itu, kalau wilayah utara hujan lagi ditambah air pasang, debit air di sini pasti naik. Alhamdulillah sudah tiga hari ini di sini belum ada turun hujan,” katanya.



Pos terkait