Jalan Desa Tanjung Putri Butuh Sentuhan

Jalan Desa Tanjung Putri Butuh Sentuhan
RUSAK: Kondisi jalan Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar saat dilintasi komunitas sepeda baru,-baru ini.(SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Jalan poros dari Tanjung Terantang menuju Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, membutuhkan sentuhan pemerintah daerah. Pasalnya, jalur yang digadang-gadang menjadi ruas ring road tersebut saat ini kondisinya memprihatinkan, berlubang, becek, dan banyak terdapat jembatan darurat yang dipasang di atas titik kerusakan jalan.

Kondisi tersebut membuat warga Desa Tanjung Putri yang akan turun ke Pangkalan Bun untuk menjual hasil tangkapan perikanannya harus berhati-hati, terlebih di musim hujan seperti saat ini. Tidak jarang, mobil penampung hasil perikanan terjebak  di kubangan jalan yang rusak parah.

Bacaan Lainnya

Menurut Kades Tanjung Putri Dedi Heriyanto, sebagai desa yang wilayahnya berada di ujung Kecamatan Arsel, dan berada di garis pantai, Desa Tanjung Putri kaya dengan potensi perikanan. Sayangnya, potensi perikanan tidak dapat dimaksimalkan pemasarannya lantaran jalan yang buruk.

Baca Juga :  Ramai-Ramai Dangdutan, Penyelenggara Pesta Nikahan Jadi Tersangka

“Jalan ini akses ekonomi masyarakat, kalau kondisinya seperti ini tentu saja ekonomi masyarakat menjadi terhambat,” ungkapnya, Jumat (12/3).

Selaku pemerintah desa, dia mengaku sudah mengusulkan peningkatan infrastruktur jalan di desanya tersebut agar ekonomi masyarakat setempat maju.

Sayangnya, harapan masyarakat tertunda lantaran pandemi Covid-19 membuat anggaran terpangkas untuk Covid-19, sehingga peningkatan ruas jalan tidak dapat dilaksanakan secara cepat.

“Ada progres DAK namun, sayang menuju Desa Sebuai, hal itu membuat masyarakat kecewa karena tujuan masyarakat ke Pangkalan Bun bukan ke Desa Sebuai, kita tahu bahwa percepatan tersebut untuk realisasi ring road,” ungkapnya.

Selain pemasaran sektor perikanan yang terdampak, pengembangan pariwisata di Desa Tanjung Putri juga menjadi terhambat, karena akses jalan dari Terantang  menuju Tanjung Putri bila ditingkatkan maka pemerintah desa akan membuka satu spot wisata pantai yang mempunyai keunggulan dari wisata lainnya di pesisir.

Dia berharap pemerintah daerah segera memperbaiki kondisi jalan agar ekonomi masyarakat dan pariwisata dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan masyarakat setempat. (tyo/yit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *