SAMPIT, radarsampit.com – Kian bebasnya kendaraan besar dengan angkutan berat melintas jalanan Kota Sampit kembali berakibat fatal. Lampu lalu lintas di perempatan Jalan Pemuda-Pramuka-Tjilik Riwut porak-poranda setelah dihajar raksasa jalanan secara beruntun, Sabtu (16/3/2024) malam.
Informasi dihimpun Radar Sampit, sebuah truk awalnya menyenggol kabel yang membentang di antara tiang lampu lalu lintas. Akibatnya, kabel kendur dan mengenai dua truk lainnya yang melintas setelahnya.
Hantaman beruntun itu membuat semua tiang lampu merah di perempatan tersebut tumbang.
”Tiang traffic light yang roboh sudah kami cek ke lokasi. Sopir truknya juga ada dan siap bertanggung jawab,” kata Suparmadi, Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Minggu (17/3/2024).
Lampu lalu lintas di perempatan tersebut sudah sebulan lebih tak berfungsi karena komponen di dalamnya mengalami kerusakan. Persoalan menjadi rumit, karena biaya untuk penanganan traffic light di titik tersebut memerlukan anggaran cukup besar dan mengharuskan melalui proses lelang.
”Traffic Light di perempatan Jalan Pemuda-Pramuka-Tjilik Riwut ini memang tidak masuk dalam rencana anggaran, karena ini kejadian yang sifatnya tidak terduga. Tetapi emergency dan mendesak, harus segera ditangani,” ujar Suparmadi.
Biaya pemeliharaan untuk 16 titik traffic light di areal Kota Sampit dalam pembahasan anggaran tahun 2023 lalu hanya dianggarkan Rp100 juta untuk operasional pemeliharaan dan perbaikan apabila tidak berfungsi.
Dari 16 traffic light di Kota Sampit, hanya di perempatan Jalan Tjilik Riwut-Pemuda Pramuka yang menggunakan sistem arus listrik Direct Current (DC) atau tipe arus listrik searah yang sebelumnya dikelola Balai Pengelola Tranportasi Darat (BPTD) Kemenhub Wilayah XVI Provinsi Kalteng.
Traffic light lainnya menggunakan sistem arus listrik alternating current (AC) atau tipe arus listrik bolak-balik.
”Apabila terjadi masalah, traffic light tidak berfungsi seperti ini, Dishub Kotim bisa segera mengatasi. Rencananya mau proses lelang, ternyata dari pihak kontraktor tidak menyanggupi. Kami mencari kontraktor dari Jawa yang dulunya memasang dan menangani traffic light di perempatan Jalan Wengga-Hasan Mansur-Tjilik Riwut,” jelasnya.
Suparmadi melanjutkan, pihaknya harus mencari tenaga teknisi yang siap dan bisa mengubah arus listrik DC yang menggunakan solar cell atau tenaga surya menjadi arus listrik AC alias menggunakan listrik PLN.
”Dishub Kotim masih berupaya agar traffic light di titik ini bisa segera fungsional kembali, karena ini mendesak dan harus segera ditangani. Apabila dalam penanganannya terkendala anggaran, akan saya sampaikan ke Bupati Kotim melalui tim anggaran dengan harapan dapat memenuhi biaya pergantian komponen, termasuk mengubah arus listrik dari DC ke AC,” ujarnya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kotim, Rino Mulya menambahkan, traffic light di perempatan Jalan Pemuda-Pramuka-Tjilik Riwut menggunakan dua sistem arus listrik yang berbeda.
Pada arus masuk ke dalam yang terhubung ke komponen alat traffic light menggunakan arus listrik DC yang masih menggunakan solar cell. Tetapi, arus keluar sudah menggunakan arus listik AC yang menggunakan listrik PLN.
”Traffic light itu memang masih menggunakan arus listrik DC atau solar cell yang tidak memakai listrik PLN. Karena akinya sudah suak dan melemah, suplay arus listrik keluarnya sudah diganti menggunakan arus listrik AC sistem paralel,” jelas Rino.
Rino melanjutkan, karena suplai arus listrik keluarnya menggunakan sistem AC paralel, kabel tidak ditanam di bawah tanah seperti 15 traffic light lainnya, melainkan digantung di atas traffic light.







