Kebut Perbaikan Lingkar Selatan, Raksasa Jalanan Sudah Lalu Lalang

perbaikan jalan lingkar selatan
MASIH PERBAIKAN: Truk melintas di ruas jalan lingkar selatan yang masih dalam masa perbaikan dari Dinas PUPRPRKP Kotim, Kamis (22/9). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperbaiki jalan rusak di jalan lingkar selatan Kota Sampit dengan melibatkan puluhan perusahaan berjalan lancar. Selama enam hari sejak Sabtu (17/9) lalu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (Kotim) mengebut perbaikan agar layak dan aman dilewati pengendara.

Pantauan Radar Sampit, Kamis (22/9), sebanyak lima tenaga teknis lapangan sibuk mondar-mandir menimbun jalan rusak menggunakan agregat kelas B. Jalan rusak digilas sampai rata dengan bantuan alat berat di sekitar Bundaran KB.

Bacaan Lainnya

Jalan yang tadinya rusak parah, berlubang, dan bergelombang, kini sudah diratakan. Aktivitas kendaraan angkutan berat berbobot besar terpantau melintas di jalur tersebut dari siang hingga sore.

Meski demikian, pengguna roda dua harus lebih bersabar menghadapi kepulan debu setiap kendaraan berbobot gajah melintas mengempaskan debu yang menutupi jarak pandang pemotor.

”Hari ini ada sekitar 150 meter yang ditangani di dekat Bundaran KB. Jumlah agregat yang diturunkan lebih dari 35 rit, karena kubangannya cukup besar dan tersebar dibeberapa titik,” kata Suhardiyono saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Ratusan Pelanggan PDAM Menunggak Dapat ”Surat Cinta” Kejari Kotim

Sebelumnya, Rabu (20/9), pihaknya telah menangani perbaikan jalan di sepanjang 500 meter. Dalam dua hari terakhir cuaca cukup mendukung, meski sempat mendung dan malam hari hujan. Namun, cuaca pada pagi hingga sore cerah, sehingga perbaikan lebih maksimal.

”Mumpung cuacanya cerah dan mendukung, pekerjaan kami kebut dan maksimalkan dari pagi sampai sore supaya cepat selesai. Kemarin ada 500 meter jalan rusak yang ditangani di sekitar arah persimpangan jalur lingkar selatan – Jalan Pelita Timur,” ujarnya.

Suhardiyono menuturkan, beberapa hari lalu perbaikan kurang maksimal karena hujan yang mengakibatkan material timbunan agregat tidak padat sempurna. Pada Sabtu (17/9) lalu, pihaknya melakukan penimbunan kubangan yang memiliki kedalaman hingga 70 cm. Diestimasikan proses penimbunan dikerjakan 80 cm – 1 meter, tergantung kedalaman lubang. Penimbunan dilakukan sebanyak 2-3 kali lapis secara bertahap. (hgn/ign)

Pos terkait