Keluhan Tak Digubris, Sampah Dibiarkan Membusuk Di Lokasi Banjir

sampah membusuk 2
SAMPAH: Tumpukan sampah di Pasar Saik Indra Kencana Pangkalan Bun, kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (26/9) (Sulistyo/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, RadarSampit.com – Keluhan warga atas menumpuknya sampah di kawasan Pasar Sayur dan Ikan (Saik) Indra Kencana Pangkalan Bun, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat tidak digubris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat pada Senin (26/9).

Saat cek lokasi, berbagai macam jenis sampah menggunung di tepi jalan depan pasar dan toko. Sampah yang telah lama tidak terangkut menimbulkan bau busuk, apalagi jalan tersebut masih tergenang banjir.

Tak hanya menambah kumuh pasar yang berada di belakang Masjid Jami Nurul Huda, namun dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar pasar.

Sebelumnya, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kobar, Muhammad Suhendra mengatakan akan menindaklanjuti informasi penumpukan sampah itu dan akan mengangkutnya ke TPA.

Namun hingga kemarin sampah – sampah tersebut tak kunjung diangkut. Bahkan volumenya semakin bertambah dan membentuk leter L mengikuti arah bangunan toko yang masih tutup akibat banjir.

Warga sekitar, Syaifuddin mengeluhkan tumpukan sampah tersebut, padahal kondisi itu sudah sampai ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan seharusnya ditindaklanjuti dengan cepat.

Baca Juga :  Langgar Marka, Pengendara Supermoto Game Over

“Sudah beberapa minggu sampah ini tidak kunjung diangkut, baunya sudah mengganggu,” ujarnya, Senin (26/9).

Ia berharap, sampah dapat segera diangkut oleh petugas kebersihan. Dengan kondisi banjir seperti saat ini keberadaan sampah yang menumpuk dan terendam, kemudian airnya mengalir ke permukiman penduduk dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit.

Terlebih lokasi sampah tersebut berada di tepi jalan dan toko masyarakat, serta pelabuhan milik Dishub Kobar. Bila dibiarkan maka sampah akan bertambah banyak.

“Saat ini banjir sudah mulai surut meskipun rumah dan toko serta lapak pasar masih terendam, kalau hujan dan air meninggi kembali tentu sampah akan terbawa kemana-mana,” pungkasnya. (tyo/sla)

Pos terkait