Kerusakan Jalur Pangkalan Bun – Kolam Kian Parah

Kubangan Lumpur Bahayakan Pengguna Jalan

Kerusakan Jalur Pangkalan Bun - Kolam Kian Parah
KUBANGAN LUMPUR: Kerusakan infrastruktur di RT 04, Jalan Ahmad Shaleh, ruas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kelurahan Raja Seberang, Minggu (20/3/2022) (SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Kerusakan jalan di sejumlah titik di Jalan Ahmad Shaleh ruas Jalan Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama semakin parah. Saat hujan turun beberapa truk bermuatan yang nekat melintas kerap terjebak kubangan lumpur.

Titik kerusakan terpantau di KM 02 tepatnya setelah Jembatan Sungai Arut, KM 03 di jembatan box culvert, KM 5, KM 8, hingga KM 11 Mendawai Seberang. Mirisnya lubang – lubang bertebaran dengan diameter besar itu dimanfaatkan oleh oknum masyarakat untuk mengadu nasib.

Belum lama ini, kemacetan panjang terjadi di RT 03 Raja Seberang, dua truk yang melintas yang berlawanan arah mengalami kerusakan. Akibatnya dua truk tersebut menutup habis badan jalan hingga pengendara baik dari arah Kotawaringin Lama maupun dari Pangkalan Bun hingga harus menunggu berjam-jam.

Peristiwa terjadi setiap hujan turun, terbaru satu truk amblas hingga harus ditarik. Mobil bermuatan sawit dan material dipaksa bertahan karena tidak berani melintas.

Salah seorang warga setempat, Ridwan mengeluhkan kondisi tersebut, karena bukan hanya satu atau dua kali hal itu terjadi. Truk bermuatan kerap mengalami kerusakan hingga melakukan perbaikan di tempat, sementara ruas tersebut sangat padat.

Baca Juga :  MIRIS!!! Remaja Tewas Kecelakaan Mendominasi

“Kalau malam berbahaya truk-truk yang rusak ditinggal di badan jalan, karena di ruas jalan itu sangat minim penerangan,” keluhnya.

Menurutnya saat ini sudah tidak ada lagi pengawasan terhadap kendaraan yang melintas. Sehingga truk yang melintas diduga bermuatan melebihi 8 ton. Terlebih truk bermuatan buah sawit yang melebihi bak truk muatannya.

Akibatnya kerusakan jalan yang semula berukuran kecil karena tidak lekas ditangani akhirnya menjadi besar dan dalam. Buruknya infrastruktur tersebut berakibat banyaknya kendaraan yang rusak hingga terbalik.

Ketua RT 04, Raja Seberang, Ihat berharap agar pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera melakukan perbaikan, karena semakin lama maka akan semakin parah dan biaya yang dikeluarkan juga semakin besar.

“Kita masyarakat di sini hanya menerima imbasnya, karena setiap hari akses ini menjadi jalan utama kita untuk beraktivitas, kalau terus dibiarkan maka akan semakin parah,” pungkasnya. (tyo/sla)

Pos terkait