Profesi Ini Paling Banyak Melanggar Lalu Lintas selama Operasi Patuh Telabang

Personel Polresta Palangka Raya
RAZIA: Personel Polresta Palangka Raya saat melakukan razia Operasi Patuh Telabang tahun 2022 di halaman Mapolresta Palangka Raya, (21/6). (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Pengguna lalu lintas berstatus karyawan swasta tercatat paling mendominasi pelanggaran aturan di jalanan. Jumlahnya mencapai 1.541 orang. Beberapa kali lipat lebih banyak dibanding pelanggar dari profesi lainnya. Di sisi lain, tingginya tingkat pelanggaran yang mencapai 2.417 pelanggar, memperlihatkan masih rendahnya kesadaran terhadap keselamatan berkendara.

Demikian hasil Operasi Patuh Telabang 2022 yang digelar Polda Kalteng dan jajarannya selama 14 hari pada 13  – 26 Juni 2022. Pelanggaran tahun ini naik dibanding tahun 2021 yang hanya menjaring 385 kali pelanggaran. Hal itu disebabkan masih banyak pengguna jalan yang tidak menaati ketentuan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan menelan korban jiwa.

Bacaan Lainnya

”Meski (Operasi Patuh Telabang) telah berakhir, kami imbau masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, dengan mematuhi aturan dan rambu,” kata Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol  Heru Sutopo saat menggelar analisa dan evaluasi (Anev) pelaksanaan operasi di Aula RTMC Ditlantas Polda Kalteng, Senin (27/6).

Baca Juga :  Gelap-gelapan, Warga Hanjalipan Harapkan Kehadiran Listrik dan Sekolah

Terkait profesi pelanggar, kata Heru, pelajar dan mahasiswa menempati urutan kedua setelah karyawan swasta, yakni sebanyak 539 pelanggar. Pelanggaran lalu lintas berkaitan erat dengan kecelakaan. Sebagian besar kecelakaan terjadi akibat tak mematuhi aturan berkendara maupun mengemudi di jalan.

Selama operasi, lanjutnya, terjadi 17 kecelakaan dengan korban meninggal tiga orang, luka berat dua, dan luka ringan 16 orang. Dari kecelakaan itu, total kerugian materil mencapai Rp 19 juta. Meski demikian, jumlah itu lebih rendah dibanding tahun 2021 lalu.

”Angka kecelakaan pada Operasi Patuh Telabang 2022 mengalami penurunan sebanyak 45 persen, yaitu 2021 ada 32  kejadian dan 2022 sebanyak 17 kecelakaan,” katanya.

Heru menegaskan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan mengingatkan masyarakat agar taat pada aturan keselamatan berlalu lintas, serta mengutamakan keselamatan bersama.

Dia menambahkan, menanggulangi masalah pelanggaran lalu lintas perlu kerja sama dengan semua pihak untuk terus bersama-sama mengedukasi masyarakat supaya disiplin di jalan. Pihaknya juga akan tetap memberikan sanksi tilang kepada pelanggar dan mengadakan sosialisasi tentang kepatuhan dan pelanggaran lalu lintas.

Pos terkait