Ketika Bupati Kotim Berikan Kuliah Umum di UMSA (2-Habis)

Perangkat Desa Diminta Kuliah, Bantu Mahasiswa dengan Program Gerbang Mentaya

halikinnor
KULIAH UMUM: Bupati Kotim Halikinnor berfoto bersama dengan dosen dan mahasiswa usai kuliah umum di GOR UMSA, Jumat (22/9/2023). (HENY/RADAR SAMPIT)

Misi Bupati Kotim Halikinnor mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, beriman, dan bertakwa perlu dibuktikan dengan cara peningkatan kapasitas dan kemampuan SDM. Karena itu, Halikinnor mengimbau perangkat desa meningkatkan pendidikannya dengan berkuliah.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

”Saya sudah minta semua perangkat desa kuliah. Saya akan membuat surat, mengimbau seluruh perangkat desa meningkatkan kualitas SDM-nya dengan berkuliah bisa lewat sistem daring atau luring, sehingga bisa bekerja menjalankan tugasnya di desa dan tetap bisa mengikuti kuliah,” kata Halikinnor saat mengisi kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa di Gelanggang Olahraga (GOR) Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA), Jumat (22/9).

Menurutnya, meningkatkan kemampuan di bidang pendidikan sangat penting di era sekarang. Tidak hanya perangkat desa, Halikinnor juga mengimbau tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit maupun di puskesmas dengan jenjang pendidikan masih Diploma-3, agar melanjutkan pendidikan ke Strata-1.

”Setiap desa menerima dana desa dari pemerintah. Kelemahannya, kemampuan perangkat desa mengelola keuangan yang baik masih jauh dari harapan, karena pendidikannya masih rendah. Perangkat desa ada yang hanya lulusan SMP dan SMA, sehingga saya mengimbau perangkat desa, perawat, bidan, untuk melanjutkan pendidikannya. Tidak perlu jauh kuliah ke Jawa. Bisa kuliah di UMSA. Apalagi UMSA sudah bekerja sama dengan perguruan tinggi di Malang dan Yogyakarta,” kata Halikin.

Menurutnya, berkuliah di UMSA tak kalah baiknya dengan perguruan tinggi di daerah lain. Terlebih UMSA sudah menyediakan banyak program studi yang memang dibutuhkan di Kotim.

”Keberadaan UMSA sejalan dengan misi strategis pembangunan di Kotim dalam mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing. Saya yakin, UMSA bakal menjadi universitas yang besar di Kota Sampit. Saya mendengar informasi dari Rektor UMSA, kampus ini sudah memiliki banyak prodi yang memang kita butuhkan di Kotim,” katanya.

”Banyak sekali kemudahan yang diberikan UMSA, baik itu sistem kuliah, termasuk biaya. Untuk itu, saya mengimbau masyarakat Kotim yang ingin melanjutkan pendidikannya, tak usah jauh-jauh. Kalau memang ekonomi pas-pasan, lebih baik kuliah di tempat kita (Sampit), yang tidak kalah kualitas pendidikannya,” tambahnya.

Dukungan Pemkab Kotim dalam peningkatan kualitas SDM juga dibuktikan melalui program beasiswa Gerbang Mentaya. Terdapat empat kriteria mahasiswa yang berkesempatan mendapatkan bantuan, di antaranya beasiswa kurang mampu, beasiswa akademik, beasiswa nonakademik, dan beasiswa tahap akhir.

”Pemkab Kotim sudah menganggarkan dana APBD untuk program beasiswa Gerbang Mentaya yang beberapa tahun ini sudah berjalan. Informasinya ada 75 mahasiswa di UMSA yang sudah mendapatkan beasiswa Gerbang Mentaya. Nominalnya Rp1,5-3 juta. Mudah-mudahan ekonomi membaik, sumber pendapatan meningkat, nanti diharapkan besaran beasiswa yang diberikan akan kami pertimbangkan bisa lebih besar lagi,” ujar Halikinnor.

Selain itu, lanjutnya, bantuan pendidikan untuk mahasiswa tidak mampu juga diberikan kepada perguruan tinggi di Universitas Darwan Ali, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Habaring Hurung Sampit, dan Sekolah tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit.

”Tahun lalu tiga pemerintah daerah juga membantu langsung ke perguruan tinggi di UNDA, STIH, dan STIE. Sudah didata, mahasiswa yang betul-betul tidak mampu berhak menerima bantuan keringanan biaya kuliah sepenuhnya dengan total Rp10 juta setahun per orang. Orang tuanya tinggal membiayai ongkos makannya saja,” katanya.

Pos terkait