Ketika Desa Hanjalipan Jadi Langganan Banjir Kiriman

Warga Bertahan di Tengah Rendaman, Beraktivitas Pakai Perahu

banjir hanjalipan
TETAP BERAKTIVITAS: Para pelajar menggunakan perahu untuk pulang-pergi sekolah karena jalan di Desa Hanjalipan yang terendam banjir, Selasa (4/6/2024). (Istimewa)

Desa Hanjalipan tak pernah absen ketika bencana banjir melanda Kabupaten Kotawaringin Timur. Setiap tahun, warga desa itu harus berhadapan dengan air kiriman berkali-kali.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Hampir genap sepekan sudah ratusan rumah warga di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terdampak banjir. Bencana itu merupakan kiriman dari wilayah utara Kotim.

”Banjir mulai dari dari tanggal 30 Mei sampai hari ini. Seluruh jalan desa masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi 30-125 cm. Sore tadi sudah ada penurunan air sekitar 3 cm,” kata Kepala Urusan Keuangan Desa Hanjalipan Rian Hidayat, Selasa (4/6/2024).

Rian menuturkan, Desa Hanjalipan terdiri dari 4 RT sepanjang kurang lebih 1.800 meter. Lokasinya di tepian Sungai Mentaya.

”Penduduk yang terdampak banjir ada 461 KK dengan total 320 unit rumah. Dari 320 unit rumah ini, ada 30 rumah warga yang terendam banjir sampai naik ke atas lantai rumah,” katanya.

Sebelumnya warga setempat juga mengalami hal serupa pada 7 Mei lalu. Selama lebih sepekan banjir bertahan, bahkan sempat meninggi. Meski begitu, warga sudah terbiasa menghadapi bencana yang kerap terjadi.

Baca Juga :  STIE Sampit Gelar Yudisium S1 Manajemen dan S1 Kewirausahaan 

Letak desa yang berada di pinggir Sungai Mentaya dan berada di muara sungai yang mempertemukan dua Sungai Mentaya dan Sungai Tualan, membuat desa ini berisiko menghadapi banjir yang sewaktu-waktu terjadi.

”Setahun bisa 4-5 kali banjir. Apabila hujan deras di daerah hulu atas atau di wilayah utara banjir, siap-siap saja. Beberapa hari kemudian, banjir kiriman pasti merendam Desa Hanjalipan. Banjir bisa bertahan paling cepat seminggu dan bisa sampai berminggu-minggu,” katanya.

Selama banjir merendam jalan Desa Hanjalipan, belum ada satu pun warga yang mengungsi. Warga memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing.

”Warga yang rumahnya terendam tetap bertahan di rumahnya. Mereka membuat katil, semacam meja panggung untuk beristirahat. Untuk aktivitas keluar rumah, warga menggunakan perahu,” katanya.

Pemkab Kotim sebelumnya juga telah mengirim bantuan berupa beras sebanyak 4,5 ton untuk 461 KK warga yang terdampak banjir. ”Pak Bupati Halikinnor yang langsung menyerahkan beras Sabtu lalu. Ada 4,5 ton yang dibagikan ke semua warga Desa Hanjalipan yang terdampak banjir,” katanya. (***/ign)



Pos terkait