Kebaikan keluarga Fiya Puji Widari (32), pemilik Kios Penjahit Diana di Pasar Berdikari Sampit, seolah tak ada artinya bagi Faisal alias Risal (18). Pemuda itu tega membawa kabur motor, uang, dan perhiasan dengan total mencapai ratusan juta rupiah.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Tak pernah terbersit dalam pikiran Fiya, pemuda yang baru saja melepas masa remaja, Faisal, membalas kebaikan keluarganya dengan air tuba. Awalnya Ayah Fiya merasa iba dengan perantau dari Surabaya itu, sehingga memutuskan menampungnya di kediaman ayahnya, Jalan Metro Tv I.
”Faisal ini umurnya sekitar 18 tahun. Dulunya bekerja sebagai kernet di daerah Sampang. Penampilannya seperti pemuda nakal. Abah (ayah, Red) saya awalnya niat menolong, karena merasa kasihan dan mempersilakan dia tinggal, numpang makan dan tidur di rumah Abah,” ujarnya kepada Radar Sampit, Rabu (5/9/2023).
Faisal kemudian berniat mencari pekerjaan. Meskipun tidak ada keahlian menjahit, Fiya tetap sabar mengajari Faisal. ”Maksudnya mendatangi kami katanya mau belajar sambil kerja. Dia sudah bekerja jadi karyawan saya selama satu bulan ini,” katanya.
Sebelum hari nahas itu, Fiya pernah bertanya pada Faisal, apakah orang tuanya tahu kalau dia merantau ke Sampit. ”Bapaknya katanya tidak tahu, tapi ibunya tahu kalau dia merantau. Dia juga belum punya KTP. Saya sampai sarankan dia untuk minta dikirimkan KK dari ibunya agar saya bisa bantu buatkan KTP,” katanya.
Gelagat mencurigakan sudah dirasakan Fiya saat menugaskan Faisal membeli es batu. Rupanya pemuda itu nekat membawa kabur motor jenis Vario hitam dengan pelat KH 4416 LR beserta uang tunai Rp40 juta dan perhiasan emas senilai Rp110 juta pada Senin (4/9/2023) sore.
”Perasaan saya itu sudah enggak enak sebenarnya. Saya minta tolong membeli es batu, tapi malah es batunya enggak sampai. Motor saya dibawa kabur dan enggak balik-balik sampai sekarang,” kata Fiya.
Fiya masih mencoba berpikir positif bahwa motor itu mungkin saja hanya dibawanya jalan-jalan ke areal Kota Sampit saja. Namun, semakin malam kecurigaan terhadap Faisal semakin kuat setelah ia menyadari perhiasan dan uang yang tersimpan di lemari rumah orang tuannya hilang.
”Faisal itu keluar sekitar jam setengah tiga sore. Sampai malam kami di rumah mulai cemas dia tidak balik-balik. Malamnya saya baru menyadari perhiasan yang tersimpan di lemari hilang,” ujarnya.
Fiya merasa sangat menyesal begitu mudah mempercayai orang yang tidak dikenal yang ternyata merenggut harta keluarganya. Fiya telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada Selasa (5/9/2023) pagi.
”Karyawan saya yang lain sempat berbalas pesan dengan Faisal. Dia memfoto banyak uang Rp100 ribuan yang dikirimkan pada Senin pagi. Jadi, uang puluhan juta itu sudah ia curi terlebih dahulu. Sampai sekarang saya tidak tahu keberadaan Faisal, karena selama di Sampit dia numpang di rumah Abah saya,” katanya.
Dirinya berharap semua harta benda motor, uang Rp40 juta dan perhiasan emasnya bisa kembali dan Faisal segera ditangkap.
”Dia belum punya KTP. Jadi, kalau sampai melarikan diri menggunakan kapal atau pesawat, pasti akan dipertanyakan identitasnya. Saya sudah melaporkan ini ke kepolisian. Saya sampai meminta tolong untuk mempublikasikan foto wajahnya dan saya berharap agen kapal, bandara, Dishub Kotim, polisi, dan masyarakat yang menemukannya agar segera menangkapnya,” katanya. (***/ign)








