Korban VCS Diperas, Ancam Video Porno Akan Disebarkan

ilustrasi video porno vcs
ilustrasi

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Berhati-hati bermain aplikasi dewasa, terutama dengan orang tidak dikenal. Seperti yang dialami KMB (25), pria yang berprofesi sebagai konsultan ini menjadi sasaran pemerasan seseorang.

Merasa mendapatkan intimidasi, KMB lantas melapor ke Polda Kalteng. KMB langsung bertemu dengan Ketua Tim Virtual Police Bidang Humas Polda Kalteng, Cak Sam.

Bacaan Lainnya

Kepada Cak Sam, korban menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya, Kamis (16/5).

“Awalnya saya membuka aplikasi dewasa mencari gadis yang bisa diajak VCS (Video Call Sex). Akhirnya ketemu dan disepakati harga Rp.50 ribu via transfer. Seusai VCS, pelaku mengirimkan rekaman video rekaman dan meminta uang Rp.2 juta, kalau tidak videonya akan disebarkan di media sosial,” cerita KMB kepada Cak Sam.

KMB takut videonya disebarkan. Dirinya tidak mengira dan tidak memperhitungkan akan adanya pemerasan tersebut. Merasa terintimidasi korban segera melaporkan kepada Cak Sam.

Baca Juga :  Tutup Ruang Pembuat Kegaduhan, Polri Ajak Media Ciptakan Pemilu Damai

Tim Virtual Police Bidang Humas Polda Kalteng segera melakukan profiling atau penelusuran internet. Hasilnya diketahui pelaku merupakan seorang laki-laki dan berada di Pulau Sumatera.

Cak Sam menjelaskan cara kerja pelaku adalah dengan menggunakan dua handphone, satunya untuk memutar video perempuan bugil dan satunya lagi untuk merekam video panggilan ke korban. Pelaku tidak bersuara karena sebenarnya ia adalah laki-laki.

“Kami hubungi dan berikan peringatan keras agar pelaku tidak menyebarkan video. Hal tersebut karena mengandung unsur pornografi dan melanggar hukum,” kata Cak Sam.

Setelah diberi peringatan, pelaku merespons dengan mengurungkan niatnya untuk menyebarkan video asusila tersebut. Pelaku berjanji tidak mengulangi serta meminta maaf atas perbuatannya.

Atas kejadian tersebut, Cak Sam kembali mengingatkan untuk tidak melakukan VCS. Berhati-hati terhadap kejahatan via online. “Para pelaku kejahatan selalu mencari celah yang ujung-ujungnya adalah pemerasan,” tandasnya. (rm-107/fm)

 

 

 



Pos terkait