Curah Hujan Berkurang, Status Tanggap Darurat Banjir Diturunkan

darurat banjir
EVALUASI : Rapat koordinasi bersama instansi terkait membahas evaluasi status tanggap darurat banjir di ruang Pusdops, Kantor BPBD Kotim, Jumat (17/5/2024). (HENY/RADARSAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim akhirnya menurunkan status tanggap darurat banjir ke transisi pemulihan yang dimulai 18-31 Mei 2024.

“Hasil dari masukan BMKG, dilihat dari prakiraan cuaca beberapa hari kedepan curah hujan berkurang. Prediksi Juli sudah mulai masuk kemarau dan selama status tanggap ditetapkan tidak ada terjadi banjir susulan kecuali di Desa Hanjalipan, sehingga atas pertimbangan itu status tanggap beralih menjadi transisi pemulihan,” kata Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Jumat (17/5/2024).

Bacaan Lainnya

Saat itu status tanggap darurat banjir pada 3-16 Mei 2024 diaktifkan untuk menindaklanjuti bencana banjir akibat hujan deras pada Minggu (28/4/2024) malam yang mengakibatkan banjir menggenang pada Senin (29/4/2024) dini hari.

Kondisi banjir terjadi hingga berhari-hari dan telah merendam 26 desa dan 5 kelurahan dari 9 Kecamatan MB Ketapang, Baamang, Mentaya Hulu,Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hilir Utara, Bukit Santuai, Parenggean dan Kotabesi.

Baca Juga :  Anggarkan Rp363 Juta Bangun Pagar, Mal Pelayanan Publik Kotim Dilengkapi Lift Senilai Rp1 Miliar

Dari kejadian banjir yang terdata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim tercatat ada 1.756 KK atau 3.773 jiwa yang terdampak banjir dan 435 rumah terendam.

“Situasi banjir sejak akhir April hingga awal Mei terjadi karena hujan deras ditambah kondisi air pasang sehingga air lambat turun dan mengakibatkan banjir menggenang lebih dari 17 ruas jalan dalam kota,” katanya.

Pemkab Kotim melalui BPBD Kotim sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat banjir mulai 19 Desember 2023-8 Maret 2024. Status kemudian ditingkatkan menjadi tanggap darurat banjir mulai 24 Februari – 8 Maret 2024 dan kemudian diperpanjang selama 14 hari sampai 22 Maret 2024. Namun, status tanggap darurat banjir diturunkan ke transisi pemulihan pada 23 Februari 2024 – 5 April 2024.

“Status pemulihan yang diberlakukan 14 hari kedepan  bisa saja berubah apabila situasi hujan deras dan banjir kembali terjadi. Namun, kami harapkan bencana banjir tidak terulang kembali,” tandasnya. (hgn/fm)



Pos terkait