Selama dua bulan terakhir, Jalan Jenderal Sudirman sedang dalam perbaikan. Hal tersebut berimbas pada terbatasnya ruang jalan yang digunakan warga saat melintasi ruas Trans Kalimantan itu. Macet panjang tak terhindarkan.
HENY, Sampit
Senin (13/2) siang, ratusan kendaraan mobil dan kendaraan angkutan berat dari Bundaran Balanga Kota Sampit menuju arah Pangkalan Bun berjejer rapi membentuk barisan panjang.
Jalan berkerikil (agregat) yang masih dalam tahap perbaikan membuat debu bertebaran. Hal itu cukup mengganggu jarak pandang pengendara, khususnya pemotor.
Seorang pria berpakaian dinas terlihat menepi di pinggir jalan. Barang bawaan berupa singkong dalam kresek sampai terjatuh karena jalan rusak yang mengguncang pengendara.
Putranya yang masih berpakaian seragam sekolah dasar (SD) merah putih juga terlihat berkali-kali mengusap kedua kelopak matanya karena kelilipan debu.
Jalan yang saat ini sedang ditinggikan membuat pengendara motor memilih jalan pinggir yang lebih aman dari papasan kendaraan angkutan berat yang setiap hari tak pernah absen lalu-lalang melintasi ruas tersebut.
Dua unit alat berat yang sedang melakukan proses pengaspalan membuat badan jalan hanya dapat digunakan di satu jalur. Hal itulah yang menjadi biang kemacetan.
Konsultan Pengawas PT Seecons (Jo) Puri Dimensi Syarif mengatakan, perbaikan Jalan Jenderal Sudirman merupakan proyek multiyears (proyek tahun jamak) yang dimulai 27 Mei 2022. Tahun ini, proyek yang dikerjakan PT Bawan Permai Grup selaku Penyedia Jasa kembali dilanjutkan mulai Januari 2023. Ditargetkan selesai November 2023 selama 540 hari kalendar.
Sesuai papan plang proyek yang terpasang di dekat Bundaran Balanga, proyek perbaikan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Kalteng itu dikerjakan menggunakan sumber dana Surat Berharga Syariah Negara SBSN tahun anggaran 2022-2023 dengan nilai kontrak sebesar Rp 102.157.668.000.
”Perbaikan jalan dikerjakan di titik-titik mulai dari STA (Stasion)462 atau mulai dari titik Jalan Jenderal Sudirman km 4 sepanjang 438 meter yang dilakukan perbaikan,” kata Syarif.
Pada perbaikan Jalan Jenderal Sudirman, pihaknya melakukan penimbunan agregat setebal 25 cm dan Cement-Treated Base (CTB, material berbahan agregat campuran semen) setebal 25 cm.
”Mulai hari ini dilanjutkan proses pengaspalan laston lapis permukaan antara atau Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) setebal 6 cm dan lapisan perkerasan Asphalt Concrete -Wearing Course (AC-WC) setebal 4 cm. Jalan ditinggikan kurang lebih 60 cm dari asalnya,” kata Syarif.
Selama beberapa tahun terakhir, pada titik tersebut, tepatnya di sekitar Jalan Jenderal Sudirman km 4-5, menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras. Air sampai menutupi badan jalan. Hal itu juga menimbulkan kemacetan.
”Jalan di titik ini ditinggikan untuk mengatasi permasalahan banjir yang biasa terjadi setiap hujan deras,” katanya.
Kontraktor PT Bawan Permai Grup Gatot mengatakan, pekerjaan pengaspalan diperkirakan selesai selama dua hari. ”Proses pengaspalan berjalan lancar, hanya memang arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman sangat padat, sehingga menimbulkan kemacetan. Untuk sementara, selama proses pengaspalan dilakukan, badan jalan hanya dapat digunakan di satu jalur secara bergantian. Kemungkinan pekerjaan pengaspalan dua hari selesai. Setelah itu dilanjutkan lapisan AC-WC,” ujar Gatot. (***/ign)








