Mau ke Kolam,Truk Besar Disuruh Putar Balik

Kendaraan,Kotawaringin Lama
Kendaraan dengan muatan melebihi delapan ton dilarang melintas jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama. (istimewa)

PANGKALAN BUN – Pengawasan terhadap kendaraan dengan tonase melebihi kemampuan jalan terus dilakukan. Hal ini sesuai dengan keluhan masyarakat mengenai kendaraan besar yang kembali melintas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama yang saat ini masih dilakukan perbaikan.

Hal tersebut tampaknya didengarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kobar Amir Hadi. Pihaknya kerap melakukan monitoring ke jalan menuju Kotawaringin Lama.

“Beberapa kali setelah menjabat Kepala Dishub Kobar saya melakukan monitoring, ternyata masih ada sejumlah kendaraan bertonase berat masih tetap melintas. Meski sudah ada spanduk larangan melintas,” Kata Amir Hadi.

Pihaknya pada saat menemukan kendaraan yang menerobos jalan tersebut tidak hanya sekedar menegur. Namun meminta kendaraan untuk berputar balik dan memutar lewat Lamandau.

“Kendaraan yang saya temui kebetulan pengangkut BBM. Kendaraan tersebut bertonase di atas 15 ton. Sedangkan untuk kendaraan yang diperbolehkan hanya maksimal 8 ton yakni berat kendaraan dan beban yang diangkut,” sebutnya.

Ia menegaskan bahwa larangan kendaraan melintas jalan ke Kotawaringin Lama ini sesuai surat edaran Gubernur Kalimantan Tengah Nomor :551.2/87/DISHUB pertanggal 17 Juni tentang penghentian angkutan berang tambang, perkebunan, dan kehutanan melewati jalan umum dan angkutan melebihi daya angkut serta tidak sesuai dengan kelas jalan.

Baca Juga :  Maskapai Penerbangan Mulai Siapkan Extra Flight

Tentu hal ini menjadi salah satu catatan ke depan untuk kembali menghidupkan penjagaan. Sehingga petugas bisa mengawasi kendaraan yang melintas jalan tersebut. “Kita akan aktifkan pos pengawasan kendaraan di sekitar Bundaran Tudung Saji. Supaya kedepan tidak ada keluhan dari masyarakat,” jelasnya.

Pos terkait