SAMPIT – Pekan olahraga kabupaten (Porkab) Kotawaringin Timur (Kotim) masih terus bergulir. Selama tiga hari berlalu setelah pembukaan Porkab Kotim, Sabtu (4/6) malam lalu, 17 kecamatan se-Kotim telah meraih berbagai medali.
Dari perolehan medali data sementara, Senin (6/6), menunjukkan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang meraih perolehan medali terbanyak dengan 78 medali. Rinciannya, 33 medali emas, 20 medali perak, dan 25 medali perunggu. MB Ketapang sendiri menurunkan sebanyak 224 kontingen untuk mengikuti 14 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam Porkab Kotim 2022.
Perolehan medali di urutan dua diraih Kecamatan Baamang sebanyak 57 medali. Meliputi, 24 medali emas, 15 medali perak, dan 18 medali perunggu. Terdapat 172 kontingen yang mengikuti 13 cabor dalam ajang Porkab Kotim 2022 (perolehan medali selengkapnya lihat infografis).
Dari 14 cabor yang dipertandingkan dalam Porkab Kotim 2022, sebagian besar cabor sudah menyelesaikan babak final dan mengakhiri pertandingan sekaligus penyerahan medali pada Minggu (5/6).
Taekwondo lebih dulu ditutup pukul 08.00 WIB oleh Wakil Ketua I Bidang Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim M Hasbi Asiddiq. Ketua Panitia Cabor Taekwondo Porkab Kotim 2022 Fitriannur mengatakan, ada tiga kecamatan yang meraih juara umum, di antaranya Kecamatan MBK sebanyak 8 medali emas, 4 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Juara dua besar diraih Kecamatan Baamang dengan perolehan 4 medali emas, 2 medali perak dan 7 medali perunggu. Dan, juara tiga besar diraih Kecamatan Tualan Hulu dengan perolehan 2 medali emas, 5 medali perak dan 4 medali perunggu.
Taekwondo diikuti sebanyak 68 atlet dari tujuh kecamatan, di antaranya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Seranau, Telawang, Cempaga, Tualan Hulu, dan Telaga Antang.
”Ada 14 official dari sejumlah kecamatan yang juga ikut. Masing-masing kecamatan ada dua official,” kata Fitriannur, Minggu (5/6).
Fitriannur menjelaskan, sistem pertandingan menggunakan sistem gugur yang terdiri dari dua kategori pertandingan yakni Poomsae (jurus) dan Kyorugi (tarung).
”Total ada 68 medali yang diperebutkan peserta, yakni 17 medali emas, 17 perak, dan 34 perunggu,” ujar pria yang juga aktif menjabat sebagai Ketua Pengurus Taekwondo Indonesia Kotim.
Selanjutnya, cabor panahan yang sudah menyelesaikan pertandingan. Penutupan pertandingan sekaligus penyerahan pertandingan dihadiri Ketua KONI Kotim Ahyar Umar.
Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kotim Dadang H Syamsu melalui Koordinator Komisi Pembinaan Prestasi, Kepelatihan dan Perwasitan Perpani Kotim Joni Indrawanto mengatakan, juara umum diperoleh dari Kecamatan Baamang sebanyak 8 medali emas dan 4 medali perunggu.
Untuk juara dua besar diperoleh Kecamatan MB Ketapang sebanyak 6 medali emas dan 8 medali perunggu, serta juara tiga besar diperoleh dari Kecamatan Kotabesi sebanyak 4 medali emas dan 2 medali perunggu.
Cabor panahan diikuti 28 atlet panahan dari 9 kecamatan, di antaranya Tualan Hulu, Mentaya Hulu, Telawang, Kotabesi, Parenggean, Baamang, MB Ketapang, Seranau, dan Cempaga.
Ada enam kategori yang dipertandingkan, meliputi barebow putra, barebow putri, standar bow putra, standar bow putri, compound bow putra, dan recuve bow.
”Sistem pertandingannya dilakukan secara perorangan dengan mengikuti kualifikasi 1 dan 2 hingga babak eliminasi,” kata Joni.
Urutan ketiga yang sudah menyelesaikan pertandingan, yakni cabor catur. Penyerahan medali dilaksanakan pukul 11.00 WIB, Minggu (5/6) di halaman Kantor Radar Sampit. Penutupan dihadiri langsung oleh Wakil III Bidang Litbang KONI Kotim Sidi Ikhsan serta dihadiri Koordinator Cabor Catur Porkab Kotim Supriadi.








