Mendawai Seberang Kembali Membara

kebakaran hutan dan lahan
PADAMKAN KARHUTLA: Satgas Darat Karhutla Kobar saat berjibaku memadamkan api di hutan Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arsel, Selasa (03/8). (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Kondisi cuaca yang panas membuat titik api kembali bermunculan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Wilayah Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan yang menjadi langganan kebakaran kembali membara.

Satuan Tugas Darat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terdiri dari unsur BPBD Kobar, TNI, Polri, MPA Kelurahan Mendawai Seberang, Tagana, Manggala Agni harus turun dengan peralatan seadanya. Meski dipanggang terik matahari mereka nekat berjibaku menahan laju kobaran api yang terdorong hembusan angin kencang itu.

Bacaan Lainnya

Lokasi yang sulit ditembus, tidak tersedianya sumber air dan cuaca terik menyulitkan satgas darat untuk menghambat laju api yang membakar semak belukar, pepohonan akasia serta tanaman pangan seperti singkong dan nanas.

Puluhan personel satgas darat yang bergerak berpencar guna menyekat dan memutus lidah api yang terus menjalar di atas vegetasi gambut. Usaha itu dinilai berhasil karena hanya satu hektare lahan yang terbakar.

Sebelumnya satgas darat juga melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jalan Padat Karya II, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai. Setali tiga uang dengan wilayah Mendawai Seberang, ketiadaan sumber air, cuaca panas serta angin yang berhembus kencang membuat api cepat meluas. Lahan seluas satu hektare lebih hangus terbakar dengan tanaman nanas dan kelapa sawit.

Baca Juga :  Belasan Sekolah di Kotawaringin Barat Terdampak Banjir

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Martogi Siallagan mengatakan, akibat keringnya sumber air di dua lokasi kebakaran hutan dan lahan itu, BPBD Kobar berdama unsur lainnya hanya mengandalkan sumber air dari tangki water suplai.

“Tidak kurang 15 roll selang ditarik hingga ratusan meter ke lokasi, untuk satu roll selang panjangnya mencapai 25 meter,” ujarnya Rabu (4/8).

Ia menyebut dalam dua hari, dua kejadian karhutla terjadi di Kobar, namun beruntung berkat kesigapan personel gabungan karhutla tidak sempat meluas.

Guna memastikan bahwa api tidak akan kembali menyala mengingat lokasi yang terbakar adalah vegetasi gambut, tim satgas darat melakukan upaya pendinginan hingga api benar-benar padam. Belum diketahui penyebab terbakarnya dua lokasi tersebut, entah faktor kesengajaan atau faktor cuaca yang begitu panas sejak sebulan terakhir. “Dua lokasi ini setiap tahunnya terjadi kebakaran, kita belum tahu sumber api dari mana,” pungkasnya. (tyo/sla)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *