Menurut Waket DPRD Kotim, Ini Penyebab Banjir

Rudianur
Rudianur

SAMPIT, Radar Sampit.com – Banjir yang cukup parah melanda wilayah utara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dinilai, selain disebabkan selain curah hujan yang tinggi,  juga karena gundulnya hutan yang selama ini menjadi penyangga air hujan. Seperti diungkapkan Waki Ketua I DPRD Kotim Rudianur, bahwa harus ada terobosan untuk mempertahankan sisa hutan yang masih ada.

Banjir yang melanda sejumlah titik di daerah kita ini merupakan peringatan awal bahwa alam kita sudah rusak, dan ini rusaknya oleh tangan manusia itu sendiri,”ujarnya, kemarin.

Bacaan Lainnya

Rudianur menyatakan, kerusakan hutan di daerah ini karena areal hutan yang selama ini menjadi penyangga air hujan dibabat habis.  Ia juga menilai, kesalahan dalam tata kelola investasi merupakan biang dari hadirnya bencana banjir tersebut.

Dirinya pun mengaku sudah kerap kali mengingatkan sejak awal menjabat sebagai anggota DPRD Kotim,  bahwasannya perlu adanya pembatasan dan pengaturan terhadap pembukaan lahan di daerah ini. Namun lanjut Rudi, perluasan lahan terus saja terjadi di lapangan meskipun itu dilakukan secara diam-diam ataupun illegal.

Baca Juga :  Keterbukaan Informasi Publik Kotim Tempati Urutan Enam

“Kalau kondisi  begini pohon habis hutan habis, mau salahkan siapa. Sekarang hanya menikmati warisan-warisan akan kerusakan alam dan bencana yang datang bersamaan dengan siklus tahunan,”ujar Politikus Partai Golkar ini.

Rudianur pun mendorong,  dengan kondisi sekarang pemerintah harus memperkuat sektor hutan tanaman industri, untuk mengelola dan menanam kembali hutan-hutan yang kritis.

“Saya bukan anti kepada kelapa sawit , tetapi ketika sudah seperti ini solusi dan opsi yang bisa kita lakukan adalah menanam kembali hutan-hutan yang ada dan tersisa. Setop perluasan areal perkebunan dan optimalisasi keberadaan dari HTI-HTI yang sudah ada, untuk merestorasi kembali hutan kita  di daerah ini,”pungkasnya.(ang/gus)

Pos terkait