Minta Nikah Lagi Tak Diizinkan Istri, Enam Tahun Minggat dengan Selingkuhan

Ilustrasi. (net)

Donwori benar-benar laki-laki gentleman. Ia terang-terangan izin menikah lagi ke Karin. Tapi tentu saja itu memicu prahara rumah tangga.

Jelas-jelas keinginan Donwori, 56, itu ditolak 1.000 persen oleh Karin, 45. Mana ada istri mengizinkan suaminya menikah lagi? Mana ada istri rela dimadu? Sebenarnya ada sih, tapi jumlahnya sangat sedikit. Karena mayoritas perempuan ingin menjadi satu-satunya di hati pasangannya. Karena ditolak itulah Donwori memilih minggat. Hengkang dari rumah mereka di kawasan Banyuurip.

Bacaan Lainnya

”Minggat entah ke mana,” kata Karin ketika Radar Surabaya (Jawa Pos Grup) menemuinya di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, belum lama ini. Semua itu terjadi enam tahun lalu. Sampai sekarang pun, Donwori tak ada kabar beritanya. “Karena gak ada kabar itulah akhirnya saya ajukan gugatan (cerai, Red),” sambungnya.

Bisik-bisik tetangga, Donwori sebenarnya sudah lama punya istri lagi. Namanya Sephia. Masih muda. Ketika dinikahi, usianya separo umur Donwori. Selingkuhannya itu dinikahi secara siri.

Nah, sejak enam tahun lalu, tepatnya ketika memilih minggat dari Banyuurip, Donwori hidup dengan Sephia. Tidak di Surabaya, tetapi di Malang, tanah kelahiran Sephia. Pasangan siri ini juga sudah dikaruniai anak. Karena Karin yakin Donwori sudah melupakannya dan tak mungkin kembali, akhirnya ia punya tekad bulat menggugat cerai.

Awalnya sih Karin memang tidak percaya, tapi setelah mengantongi bukti nyata kalau Donwori sudah menikah lagi, akhirnya ia berani membuat keputusan. “Jodoh saya dengan Mas Wori hanya sampai di sini. Saya berusaha berpisah dengan baik-baik,” ungkap Karin.

Dari caranya bercerita, tersirat masih ada rasa berat berpisah dengan pria yang sudah menikahinya 25 tahun itu. Tapi, Karin mengaku tak mau menjadi istri yang dimadu karena itu menyakitkan. “Kalau sana nggak mau mundur, lebih baik saya yang berpisah. Karena prinsip hidup saya, tidak mau dimadu,” tegasnya. (*/opi/jay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *