Dalam keterangan tertulisnya di Banjarbaru, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan bahwa keberhasilan penyalaan daya sebesar 17 MVA ini bukan hanya mendukung kegiatan industri, tetapi juga memberikan dampak berganda bagi masyarakat sekitar.
“Dengan meningkatnya aktivitas industri, tentunya akan terbuka peluang kerja baru serta tumbuhnya ekonomi lokal yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, kehadiran listrik yang andal turut memperkuat pendapatan asli daerah (PAD) melalui berkembangnya sektor pendukung seperti logistik, perhotelan, dan perdagangan.
“Kami berharap kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjadikan Kalimantan Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis energi bersih dan berkelanjutan,” jelas Iwan.
Dengan semangat HLN ke-80, PLN terus berkomitmen menghadirkan listrik yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung setiap sektor strategis, termasuk pertambangan. Langkah ini menjadi bukti nyata peran PLN dalam menggerakkan roda perekonomian sekaligus mempercepat transisi menuju ekosistem energi hijau di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. (*)








