Nelayan Tewas dengan Parang Menancap di Perut Pamit Cari Kepiting

nelayan tewas di atas perahu
EVAKUASI: Petugas kepolisian bersama warga saat mengevakuasi jenazah Wahab yang ditemukan di atas perahu, Sabtu (6/8) lalu. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com – Aparat Polres Kotim masih mendalami kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan seorang nelayan, Wahab (39), warga asal Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, yang tewas dengan penuh luka di tubuhnya. Sebelum tewas, korban sempat berpamitan dengan keluarganya mencari kepiting.

”Selain dua luka tusuk di perut, ada juga luka goresan di leher dan perut. Ditambah ada luka lebam di punggung,” kata Kepala Ruang Jenazah RSUD dr Murjani Sampit, Kastro, Senin (8/8).

Bacaan Lainnya

Kastro menuturkan, jenazah tiba di rumah sakit pada Sabtu (6/8) sore lalu, didampingi pihak keluarga dan aparat kepolisian setempat. Dia membenarkan adanya senjata tajam jenis parang yang masih menancap di perut ayah dari dua orang anak tersebut.

”Saat tiba di ruang jenazah, parang masih menancap di tubuhnya. Kira-kira parangnya sepanjang sekitar 35 sentimeter,” ungkapnya.

Baca Juga :  Asang Bermubahalah saat Sidang, Bersumpah Dilaknat Tujuh Turunan jika Benar-Benar Korupsi

Sebelum ditemukan tewas, lanjutnya, korban sempat pamit pada keluarganya pada Jumat (5/8), sekitar pukul 03.00 WIB untuk mencari kepiting di laut.

”Kalau dari pengakuan keluarganya, korban tidak sendirian pergi ke laut, tetapi bersama dengan satu orang yang diduga masih ada hubungan keluarga,” katanya.

Korban ditemukan tewas di atas perahu yang mengambang di muara Sungai Mentaya. Jenazahnya ditemukan nelayan. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian hingga selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD dr Murjani untuk divisum.

Terpisah, Kapolres Kotim AKBP Sarpani mengatakan, dalam kasus tersebut pihaknya telah memeriksa sembilan saksi, termasuk keluarga korban.

Pos terkait