Radarsampit.com – Pelaku pembunuhan sadis yang melibatkan oknum kepolisian, Bripda Alvian Maulana Sinaga, di Indramayu akhirnya ditangkap. Detik-detik penangkapan pria yang membunuh pacarnya sendiri, Putri Apriyani, dengan cara membakarnya itu viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat sosok berambut ikal itu ditangkap di sebuah tempat dengan penuh kayu seperti kandang. Penangkapan Alvian dilakukan di daerah Nusa Tenggara Barat.
Dalam penangkapan itu, terlihat setidaknya lima orang membekuk Alvian yang sebelumnya melarikan diri itu.
Tak lama, ia kemudian dibawa dalam keadaan baju sudah compang-camping dan dimasukkan ke dalam mobil dengan tangan terborgol.
Sebelumnya, kasus tragis menimpa Putri Apriyani, warga Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Indramayu. Ia ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tubuh terbakar di kamar kosnya pada Sabtu pagi, 9 Agustus 2025.
Belakangan terungkap, pelaku pembakaran adalah kekasihnya sendiri, Bripda Alvian Maulana Sinaga, anggota polisi yang saat itu masih berdinas di Polres Indramayu.
Peristiwa memilukan ini berawal dari kiriman uang Rp 37 juta dari ibu Putri yang bekerja sebagai TKW di Hong Kong. Dana tersebut ditransfer awal Agustus untuk kebutuhan keluarga di tanah air.
Namun, hubungan asmara Putri dengan Alvian justru menyeret masalah. Uang yang seharusnya menjadi penopang keluarga, malah berujung malapetaka.
Pada Jumat malam, 8 Agustus 2025, Putri pulang ke kos sekitar pukul 20.00 WIB. Tak lama kemudian, Alvian datang menyusul. Malam itu, terpantau adanya transfer Rp 32 juta dari rekening Putri ke rekening Alvian, menyisakan saldo hanya Rp 92 ribu.
Keesokan harinya, Sabtu subuh, CCTV merekam Alvian keluar dari kos sekitar pukul 04.00 WIB menggunakan sepeda motor.
Ia kembali satu jam kemudian dengan wajah tenang, sempat mondar-mandir di sekitar lokasi, lalu benar-benar pergi sekitar pukul 08.00 WIB.
Beberapa jam setelah kepergiannya, warga setempat dikejutkan asap tebal yang keluar dari kamar kos Putri.
Saat pintu didobrak, tubuh Putri sudah dalam kondisi terbakar parah dan tak terselamatkan. Dari lokasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk ponsel korban, tas, sepatu dinas, dan seragam polisi milik Alvian. (taz/bp/jpc)








