Pasien Poli Mata Meningkat, RSUD Murjani Sampit Tambah Dokter

rsud dr murjani sampit
TINDAKAN OPERASI: Dokter spesialis mata Frisma Sagara saat melakukan tindakan operasi pada pasien yang mengalami penyakit katarak di RSUD dr Murjani Sampit.

SAMPIT, radarsampit.com – Memberikan pelayanan yang maksimal sudah menjadi komitmen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. Upaya itu dilakukan dengan menambah dokter spesialis mata untuk meningkatkan pelayanan di Poli Mata.

Dokter Spesialis Mata Frisma Sagara yang sudah berkarir sejak April 2020, kini sudah tak sendiri. Per Juli 2022 ini, rumah sakit kehadiran dokter spesialis mata bernama I Made Satya. Pelayanan Poli Mata yang biasanya dibuka Selasa-Kamis, kini dibuka setiap hari kecuali Minggu. Sedangkan, layanan operasi mata dijadwalkan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis.

Bacaan Lainnya

Kehadiran dr I Made Satya pun memberikan dampak positif terhadap peningkatan pelayanan. Periode Januari-Oktober 2022, kedua dokter spesialis mata ini sudah menangani operasi mata sebanyak 512 pasien. Kasus operasi yang paling sering ditangani yaitu penanganan penyakit katarak.

“Hadirnya dr Made yang menemani saya cukup berdampak terhadap meningkatnya jumlah kunjungan pasien yang merujuk ke Poli Mata. Penanganan operasi juga mengalami peningkatan, karena yang tadinya saya sendiri, sekarang sudah dibantu dr Made, sehingga penanganan pasien lebih terjadwal dan pelayanan pasien jauh lebih maksimal,” kata dr Frisma Sagara, Selasa  (3/10).

Dari tahun ke tahun, kunjungan pasien yang berobat ke Poli Mata terus meningkat. Untuk penanganan operasi, per April-Desember 2020 sudah menyelesaikan operasi sebanyak 128 pasien dan di tahun 2021 sebanyak 286 pasien.

“Kalau sampai Desember ini, saya perkirakan penanganan pasien yang dioperasi bisa mencapai 800-1000 pasien hingga akhir tahun,” ujarnya.

Meningkatnya kunjungan pasien tak lepas dari gencarnya kegiatan edukasi dan jemput bola yang mulai intens dilakukan sejak 2021 lalu. Ada beberapa wilayah yang sudah dikunjungi terutama di wilayah Kota Sampit yaitu Kecamatan Baamang dan Ketapang, kemudian dilanjutkan ke Samuda, Bagendang. Pada Minggu (2/10) lalu, dokter spesialis mata RSUD dr Murjani Sampit bekerjasama dengan tenaga kesehatan puskesmas dan Dinas Kesehatan Kotim melaksanakan skrinning penyakit mata.

“Kami memberikan edukasi kepada masyarakat, juga menjemput bola ke daerah-daerah dengan melaksanakan kegiatan skrining penyakit katarak mata. Yang perlu masyarakat ketahui, permasalahan kebutaan terbesar peringkat 1 disebabkan paling banyak karena penyakit katarak,” kata Frisma.

Katarak dapat disembuhkan dengan metode operasi modern yang dinamakan fakoemulsifikasi atau operasi anastesi lokal tanpa jahitan. Prosedur operasi dimulai dengan membuat luka kecil selebar 2,75 ml pada kornea mata agar dapat mencapai lensa yang keruh. Kemudian, dokter akan mengangkat lensa yang keruh dan menggantikannya dengan lensa tanam buatan yang baru. Operasi ini hanya memakan waktu 10-15 menit dan sudah tersedia di RSUD dr Murjani Sampit.

Selain tindakan operasi dilakukan tak memakan waktu lama, metode operasi katarak dengan teknik fakoemulsifikasi dapat membuat penglihatan pasien yang ditangani menjadi lebih baik karena dibantu lensa buatan yang ditanamkan. Keuntungan kedua, operasi yang dilakukan tidak memerlukan jahitan dan masa penyembuhan pascaoperasi jauh lebih cepat.

“Dulu luka jahitan dibuka sampai 12 ml dan harus dijahit sampai lima jahitan. Sekarang operasi sudah canggih, karena luka kecilnya hanya sekitar 2,75 ml maka tidak perlu dijahit, sehingga pasien tidak perlu rawat inap dan diperbolehkan pulang dan beraktitas ringan pascaoperasi dilakukan,” ujarnya.

Edukasi yang diberikan ke masyarakat secara tidak langsung memberikan dampak terhadap peningkatan pasien Poli Mata di RSUD dr Murjani  Sampit. “Kegiatan skrining katarak yang kami lakukan di Sebabi ada 70 orang lanjut usia (lansia), 40 orang diantaranya mengalami penyakit katarak. Karena itu, puskesmas menindaklanjuti dengan mengirimkan surat rujukan ke rumah sakit,” ujarnya.

Pos terkait