Pergerakan Penumpang dari Sampit Masih Tinggi

MUDIK
MUDIK SUSULAN: Penumpang KM Kirana I masih menunggu keberangkatan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang di pintu masuk Terminal Penumpang Pelabuhan Sampit, Rabu (11/5). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com Pelaku perjalanan yang melakukan keberangkatan dari Kota Sampit melalui moda transportasi darat, laut, dan udara pada arus balik Lebaran 1443 Hijriah masih tinggi. Hal tersebut dilihat dari data penumpang yang melakukan perjalanan, baik datang maupun berangkat dari dan ke Kota Sampit pada momen arus mudik dan arus balik.

”Kami melakukan rekap data penumpang arus mudik dari H-15 sampai H-1 dan arus balik H+1 sampai H+15 menunjukkan masih banyak penumpang yang berangkat melakukan mudik susulan dari Kota Sampit menuju luar daerah Kotim,” kata Johny Tangkere, Kepala Dinas Perhubungan Kotim.

Bacaan Lainnya

Seperti pada layanan transportasi udara di Bandara Haji Asan Sampit, tercatat sejak arus mudik H-15  atau terhitung 17 April 2022 sampai H-1 (1 Mei 2022), jumlah keberangkatan sebanyak 2.753 penumpang. Angka ini jauh lebih banyak dibandingkan jumlah kedatangan penumpang sebanyak 2.270 orang.

Demikian pula pada pergerakan arus balik Lebaran yang terhitung sejak H+1 sampai H+6. Tercatat jumlah penumpang berangkat jauh lebih banyak, yakni sebanyak 1.190 orang dibanding penumpang yang datang ke Sampit sebanyak 919 orang.

Data kedatangan dan keberangkatan penumpang tersebut merupakan gabungan dari tiga operator pelayanan maskapai penerbangan, yakni Wings Air, NAM Air, dan Citilink yang melayani rute penerbangan Sampit-Surabaya dan Sampit-Jakarta, serta Sampit-Banjarmasin pada hari-hari tertentu.

Pergerakan perjalanan meningkat di Terminal Patih Rumbih. Ada empat penyedia jasa angkutan darat, di antaranya perusahaan otobus (PO) Logos, Yessoe, Agung Mulia, dan Damri yang melayani penumpang rute Sampit-Pangkalan Bun, Sampit-Palangka Raya, Sampit-Banjarmasin, dan Sampit-Pontianak.

Dari laporan data yang direkap Dishub Kotim, tercatat jumlah keberangkatan penumpang angkutan transportasi darat yang menggunakan bus pada arus mudik Lebaran sejak H-15 sampai H-1 sebanyak 1.879 penumpang, 1.785 penumpang datang dan 7.727 lainnya penumpang transit di Terminal Patih Rumbih. Untuk penumpang arus balik H+1 sampai H+7, ada sebanyak 983 orang yang datang dan 1.098 orang yang berangkat dan 4.539 orang transit.

Sementara itu, jumlah angkutan penumpang transportasi laut yang singgah di Pelabuhan Sampit pada arus mudik Lebaran H-15 sampai H-1 sebanyak 7.319 penumpang yang berangkat dan 1.366 penumpang turun atau tiba di Pelabuhan Sampit.

Terdapat dua penyedia jasa yang melayani angkutan transportasi laut, yakni dari PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang menyediakan sebanyak 5 keberangkatan, PT Pelni sebanyak 4 keberangkatan, dan satu keberangkatan yang merupakan kapal perbantuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yakni KM Sabuk Nusantara 35.

Sedangkan pada layanan arus balik penumpang kapal, masih terus berjalan dengan menyediakan 9 keberangkatan, terhitung sejak H+1 sampai H+15. Secara rinci, PT DLU melayani sebanyak 4 keberangkatan dan PT Pelni melayani sebanyak 5 keberangkatan.

”Pergerakan keberangkatan penumpang kapal pada arus balik ini masih ramai. Kami masih terus melakukan pendataan sampai H+15,” katanya.

Johny menambahkan, masyarakat yang melakukan perjalanan pada arus mudik dan balik Lebaran menunjukkan tren peningkatan dibandingkan dua tahun terakhir semasa pandemi Covid-19. Pada 2019, jumlah penumpang arus mudik yang menggunakan kapal sebanyak 17.210 penumpang naik dan 2.656 penumpang turun. Sedangkan, pada arus balik 2019, sebanyak 12.741 penumpang yang turun dan 3.583 penumpang yang naik atau melakukan perjalanan ke Jawa.

”Trennya ada peningkatan dibandingkan tahun 2021 yang hanya tercatat 1.107 penumpang arus mudik yang naik (berangkat) dan 120 penumpang yang turun. Tapi, jika dibandingkan jumlah penumpang yang melakukan mudik tahun 2019 lalu, masih jauh lebih banyak dibandingkan tahun ini,” tandasnya. (hgn/ign)

Pos terkait