Perjalanan Bersama Kaltim Post Group ke Negeri Tirai Bambu (1)

”Udah Nggak Sabar Mau Lihat Langsung Tembok Besar Cina”

Perjalanan ke Cina
SIAP BERTUALANG: Rombongan Kaltim Post Group foto bersama saat di Bandara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

”Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina” akhirnya bukan hanya sekadar peribahasa. Manager Iklan Radar Sampit, Fafan Rinaldi berkesempatan mengunjungi Negeri Tirai Bambu itu bersama rombongan Kaltim Post Group. Berikut tulisannya.

FAFAN RINALDY, Jakarta | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Di balik hiruk-pikuk Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, suasana keakraban dan antusiasme kian terasa menjelang petualangan ke Negeri Tirai Bambu.

Rombongan sebanyak 25 peserta—terdiri dari 17 pria dan 8 wanita yang mewakili anak perusahaan Kaltim Post Group, seperti Balikpapan Post, Samarinda Post, Radar Tarakan, Berau Post, Radar Banjarmasin, dan Radar Sampit—berkumpul dengan semangat yang membuncah, menyongsong penerbangan menuju Beijing tepat pada pukul 01.00 WIB.

Begitu tiba di Terminal 3, tawa dan obrolan hangat langsung memenuhi udara. Di sela-sela sesi foto dan obrolan tentang itinerary perjalanan, para peserta saling bertukar cerita dan impian tentang kunjungan pertama mereka ke Tiongkok.

Seorang peserta dengan mata berbinar mengungkapkan kegembiraannya, ”Akhirnya kesampaian juga ke Beijing! Udah nggak sabar mau lihat langsung Tembok Besar Cina.”

Sambil menunggu keberangkatan, rombongan pun menikmati waktu dengan cara sederhana: menikmati kopi, nyemil, dan berbincang santai.

”Mending makan dulu biar nggak terlalu lapar di pesawat,” ujar salah satu peserta rombongan sambil membuka bungkus roti yang dibawanya.

Di antara deretan gerai kedai kopi dan kios makanan ringan, beberapa peserta tampak serius mendiskusikan rencana perjalanan.

”Kalau sempat, kita harus coba kuliner lokal di sana, terutama Peking Duck,” ujar salah satu penggemar kuliner, memicu tawa dan setuju dari teman-temannya.

Sementara yang lain memilih duduk nyaman, menikmati camilan sembari menyiapkan mental untuk petualangan di negeri yang kaya budaya tersebut.

Tak hanya menikmati waktu senggang, panitia perjalanan juga memastikan setiap detail teknis sudah siap. Pengecekan visa, paspor, dan tiket dilakukan secara teliti untuk menghindari kendala di imigrasi.

Meski ada beberapa peserta yang tampak sedikit tegang, terutama yang baru pertama kali merantau ke luar negeri, bantuan panitia berhasil meredakan kegugupan tersebut dengan cermat memeriksa setiap dokumen.

”Semoga nggak ada masalah di imigrasi. Deg-degan juga,” ujar salah satu peserta.

Di era digital, persiapan konektivitas pun menjadi agenda penting. Beberapa peserta sibuk mengatur kartu SIM atau e-SIM, serta menginstal VPN untuk memastikan akses ke layanan internet tetap lancar selama berada di Beijing.

Beberapa peserta memilih untuk membeli e-SIM atau kartu SIM lokal di Beijing agar bisa tetap terhubung tanpa harus menggunakan roaming yang mahal.

Google, Facebook, Twitter, dan beberapa layanan internasional lainnya diblokir di Cina. Oleh karena itu, peserta yang ingin tetap mengakses aplikasi tersebut sudah menginstal VPN di ponsel mereka.

Beberapa peserta yang sudah berpengalaman bepergian ke Cina, berbagi tips mengenai aplikasi yang berguna di sana, seperti WeChat untuk komunikasi dan pembayaran digital, serta Didi sebagai alternatif taksi online.

Tak ketinggalan, momen berharga juga tercipta ketika rombongan berkumpul untuk berfoto bersama di area Terminal 3. Dengan latar belakang keramaian bandara, beberapa peserta sempat mengatur posisi dengan penuh canda, memastikan setiap senyum terekam sempurna.

”Tunggu, tunggu! Biar lebih rapi, kita susun dulu posisinya,” canda salah satu peserta, membuat tawa pecah di antara teman-temannya.

Foto-foto tersebut pun segera diunggah ke media sosial dengan caption penuh semangat seperti “Beijing, here we come!” atau ”Petualangan baru bersama keluarga besar Kaltim Post Group!”

Pos terkait