Pesaingnya Berat-Berat, Wartawan Radar Sampit Jawarai Anugerah Jurnalistik Kominfo 2021

Wartawan Radar Sampit Jawara Anugerah Jurnalistik Kominfo 2021,slamet harmoko,radar sampit,kominfo,pangkalan bun,kobar,kalteng,jurnalis radar sampit slamet harmoko
PEMENANG: Wartawan Radar Sampit Slamet Harmoko (tengah) dinobatkan sebagai jawara Anugerah Jurnalistik Kominfo 2021.

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Wartawan Radar Sampit Slamet Harmoko kembali menorehkan prestasi di bidang jurnalistik. Kali ini dia menjadi jawara Anugerah Jurnalistik Kominfo 2021, setelah dalam kepesertaannya di tahun 2019 hanya mampu menembus peringkat 3.

Penghargaan diserahkan secara virtual melalui video konference dan siaran langsung di kanal Youtube Kementerian Kominfo Republik Indonesia di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Bacaan Lainnya

Tahun ini ada 391 jurnalis yang bertarung dengan mengirimkan karyanya untuk mengikuti ajang bergengsi tahunan ini. Ada lima kategori yang dilombakan, yakni liputan media cetak, online, TV, radio, dan foto. Dari keseluruhan karya, terpilih 50 karya terbaik masuk nominasi 10 besar di masing-masing kategori, yang selanjutnya dipilih tiga juara setiap kategori.

Dalam Anugerah Jurnalistik Kominfo 2021, Slamet mengirimkan tulisan feature berjudul ”Bertaruh Nyawa demi Mulusnya Selancar Dunia Maya, Kisah Belakang Layar Penjaga Tumbuhnya Digitalisasi Indonesia”. Tulisan ini mengisahkan tentang tugas berat para penjaga dan perawat tower Base Tranceiver Station (BTS) di Kalimantan Tengah.

Para pemanjat langit ini mempertaruhkan nyawa demi jaminan kelancaran akses telekomunikasi (telepon dan internet) jaringan seluler dan bagaimana pertumbuhan digitalisasi di Kabupaten Kotawaringin Barat yang digawangi Dinas Kominfo.

Dalam tiga besar, karya jurnalis yang bertugas di Biro Pangkalan Bun ini mampu menyaingi karya Andy Indrayanto dari halloriau.com dengan tulisan berjudul ”Dashboard Lancang Kuning: Wujudkan Langit Riau Bebas Karhutla yang menjadi juara 3 dan Bagus Supriadi Kompas.com yang berjudul, ”Kisah Sekolah bagi Kakek dan Nenek di Jember, Ajarkan Literasi Digital untuk Mengasuh Cucu” yang menempati juara 2.

Tujuh karya lainnya yang masuk 10 besar nominasi juara adalah Abdullah Fikri Ashri Kompas.id dengan judul ”Sukarelawan Data, Pahlawan di Balik Layar Penanganan Pandemi”, Jumarto Yulianus dari Kompas.id dengan judul ”Pasar Terapung di Kalsel Mulai Terapkan Pembayaran Digital”, Markus Makur dari Kompas.com dengan judul ”Cerita Mereka yang Terkoneksi Jaringan 4G Di Pelosok Nusa Tenggara Timur”, Muhammad Iqbal Fahmi dari Kompas.com yang mengirimkan tulisan ”Sejak Internet Masuk ke Desanya, Ratusan Ibu di Kampung Marketer Raup Jutaan Rupiah Tiap Bulan”.

Selanjutnya, Fatih Muftih dari luarbiasa.id dengan karya berjudul ”Nyala Sastra di Ujung Utara Indonesia, Made Anthony Iswara dari Tirto.id dengan artikel yang menceritakan tentang ”Layanan Perbankan Digital Memacu Transaksi, E-Commerce Kecipratan”, dan terakhir Muhammad Ardiansyah Fajar Syahlillah dari IDNTimes.com yang menulis tentang ”Belajar dari Ica, Terserang Hoaks di Tengah Wabah”.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G Plate mengatakan, Kominfo menilai peran jurnalis sebagai bagian dari pentahelix komunikasi sangat penting dan strategis.

”Indonesia dan masyarakat dunia tidak hanya bekerja keras mengatasi pandemi, tapi juga harus menanggulangi infodemik, termasuk tentang Covid-19 dan vaksinasi serta vaksin itu sendiri,” katanya.

Dia mengucapkan selamat dan mengapresiasi para jurnalis yang telah mengirimkan karya terbaiknya dalam AJK 2021. ”Selamat pada para pemenang. Bagi yang belum, jangan patah semangat, karena tugas jurnalistik adalah mengabdi pada kemanusiaan. Penghargaan tinggi para jurnalis adalah ketika karyanya bisa diterima dan menginspirasi masyarakat. Sekali lagi selamat pada pemenang dan kepada semua pihak yang mendukung semua proses dan kerja-kerja jurnalistik,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *