Pimpinan Muhammadiyah Tolak Paham Radikal dan Intoleran

13 kiri 2
KOMITMEN : Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palangka Raya Drs. H. Sofyan Sori, M. Ag saat dibincangi Radar Palangka.

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palangka Raya H. Sofyan Sori mengajak masyarakat menciptakan kedamaian dan menangkal radikalisme, ujaran kebencian, termasuk terorisme. Caranya, melalui pendidikan moderasi beragama  dan menjunjung tinggi toleransi.

Menurutnya, pemikiran radikal adalah bersifat negatif yang ingin mengganti haluan negara dengan sistem agama dan hal itu adalah kekeliruan yang fatal . Atas hal itu Muhammadiyah menyuarakan penolakan terhadap paham yang dapat membahayakan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah mengajak untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa yang kaya akan keanekaragaman.

H. Sofyan Sori menyampaikan, dalam Islam tidak ada radikal. Pemaksaan kehendak secara sepihak dengan menilai dirinya yang paling benar, itulah yang dikatakan radikal. Kelompok tertentu berusaha  memaksakan paham dan ajaran dengan menyatakan dirinya yang paling benar dengan mengganggu stabilitas keamanan dan menyebarkan isu, fitnah, adu domba.

“Hal-hal tersebutlah yang wajib diantisipasi bersama dengan seluruh elemen masyarakat bersama dengan pemerintah dan pihak keamanan dalam hal ini Polri,” sebutnya.

Baca Juga :  PPKM di Kota Jadi Level 3

Menurutnya, munculnya paham radikal itu merupakan ketidakpahaman terhadap Islam. Maka dari itu Muhammadiyah melalui program pengajian, pendidikan, kesehatan serta program-program dan hal lainnya, selalu mengajarkan Islam yang benar, mengikis paham radikal,” sebut pria yang juga sebagai Dewan Penasehat DMI Kota Palangka Raya ini.

Penasehat MUI Kota Palangka Raya ini melihat situasi di Kalteng relatif aman, meskipun ada riak-riak. Masyarakat  Kalteng memiliki pemahaman bagus untuk antisipasi paham radikal dan bibit bibit terorisme. Apalagi antara NU dan Muhammadiyah terus berusaha dalam menanamkan  ajaran yang sebenarnya.

Pos terkait