Pria Ini Hilang Nyawa Antar Keluarga Belanja, Sang Istri Menangis Histeris

untitled 1

SAMPIT, radarsampit.com – Seorang pria asal Sumatra Utara (Sumut), harus pergi meninggalkan istri beserta tiga orang anaknya selama-lamanya. Pria bernama Antoni Sembiring itu ditemukan meninggal dunia di Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Senin (26/9).

Diduga pria kelahiran 1970 itu meninggal dunia karena sakit yang dialaminya. Jenazahnya pertama kali ditemukan warga.

Bacaan Lainnya

”Saat saya mau pergi makan, kaget ada laki-laki terbaring. Pas dicek, nyawanya sudah tidak ada,” kata Lili (39), pedagang di sekitar tempat kejadian.

Peristiwa itu langsung membuat heboh warga sekitar. Puluhan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan jenazah. Tak ada satu pun warga yang mengenal korban. Peristiwa itu akhirnya dilaporkan ke aparat kepolisian.

”Saya juga tidak yakin korban terjatuh atau apa. Yang pasti, saat itu korban sudah terlentang dengan kondisi terbujur kaku,” ujarnya.

Informasi dihimpun Radar Sampit, saat meninggal dunia, sang istri berada di pusat perbelanjaan, tak jauh dari lokasi korban ditemukan tewas. Istri korban baru menyadari setelah mendapatkan panggilan telepon.

Baca Juga :  Demam Babi Afrika Merebak, Peternak Kobar Diminta Waspada

Sang istri langsung bergegas menuju Ruang Jenazah RSUD dr Murjani Sampit. Dia langsung menangis histeris mendapati suaminya terbujur kaku.

”Sebelum meninggal dunia, korban datang ke lokasi bersama anak istrinya dengan maksud ingin belanja,” kata Isak, rekan kerja korban.

Dia menuturkan, korban merupakan salah satu karyawan perkebunan dan tergolong senior. Dia tidak menyangka rekannya meninggal dunia secara mendadak.

”Selama bekerja, korban tidak pernah ada mengeluh sakit dengan kami. Dia selama ini terlihat sehat,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Ketapang AKP Riza Fazrul Wahyudi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian korban. ”Untuk informasi sementara, diduga kuat korban meninggal karena sakit,” kata Riza. (sir/ign)

Pos terkait