Publik Sampit Tunggu Pertanggungjawaban Pedagang Penyebab Puluhan Orang Keracunan

pedagang kue ipau
PENYELIDIKAN: Sejumlah anggota Polres Kotim turun ke lokasi penjualan kue ipau terkait keracunan massal yang menimpa puluhan warga Kotim, Sabtu (1/4).

SAMPIT, radarsampit.com – Sejumlah korban dan perwakilan keluarga korban keracunan massal kue ipau di Kabupaten Kotawaringin Timur, menanti pertanggungjawaban pedagang yang menjual penganan khas Ramadan tersebut. Sejauh ini, pemilik usaha rumah makan tersebut dinilai tak memperlihatkan niat bertanggung jawab. Padahal, selain jumlah korban yang terus bertambah, ada yang sampai kehilangan nyawanya akibat peristiwa tersebut.

”Sampai sekarang saya belum ada mendengar atau membawa pernyataan pedagang yang menunjukkan niatnya untuk bertanggung jawab atau minimal menunjukkan simpati pada korban,” kata salah seorang korban keracunan massal yang meminta namanya tak disebutkan, Senin (3/4).

Bacaan Lainnya
Gowes

Dia juga menyesalkan pernyataan pedagang yang menyebutkan dagangannya bukan sumber masalah. Padahal, sudah banyak korban berjatuhan.

Di media sosial, sejumlah warganet juga mempertanyakan tindak lanjut terhadap pedagang tersebut. ”Bukan sumber masalah katanya, tapi paman saya sampai meninggal. Bagaimana itu,” kata salah seorang netizen melalui komentarnya di Instagram, merespons unggahan Radar Sampit terkait pernyataan pedagang sebelumnya.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Akomodir Tekon Lama, Sebanyak Ini yang Lolos Seleksi Tahap Dua

Catatan Radar Sampit, sejauh ini memang belum ada pernyataan dari pedagang terkait banyaknya jumlah korban keracunan massal. Saat dikonfirmasi Radar Sampit Sabtu (3/4) lalu, pedagang tersebut, Ipul, hanya mengaku tak menyangka dagangannya bakal bermasalah.

”Gak menyangka saja. Soalnya saya jual kue ini (kue ipau, Red) sudah sepuluh tahun lalu. Baru kali ini ada masalah,” katanya.

Dia yakin makanan yang dijualnya bukan sumber masalah yang menyebabkan puluhan orang keracunan. Meski demikian, pihaknya menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada aparat kepolisian. ”Kami tidak ingin berkomentar banyak dengan kejadian ini, karena kami sudah mempercayakan kasus ini kepada pihak berwajib,” ujarnya.

Selain tak adanya pernyataan simpati pada para korban, bentuk pertanggungjawaban juga tak terlihat. Sebaliknya, Pemkab Kotim justru mengambil alih pertanggungjawaban itu dengan menggratiskan biaya pengobatan semua korban keracunan massal. (hgn/ign)



Pos terkait