Tiket Pesawat di Sampit Mencekik, 17.000 Pekerja Sawit Bakal Mudik lewat Laut

mudik awal
MUDIK AWAL: Ratusan penumpang kapal memilih mudik lebih awal hindari penumpukan penumpang, Rabu (29/3). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Penumpang kapal dari Pelabuhan Sampit menuju Pulau Jawa diprediksi akan mencapai belasan ribu orang. Sebagian besar mereka merupakan karyawan yang bekerja di perusahaan yang tersebar di Kotim, terutama perkebunan kelapa sawit.

”Pekerja di Kotim kebanyakan pendatang atau perantau yang bekerja di perusahaan perkebunan sawit. Dari informasi yang saya ketahui, diperkirakan ada sekitar 75 persen karyawan perkebunan besar swasta yang mudik tahun ini,” kata Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kotim, Senin (3/4).

Bacaan Lainnya

Dia menuturkan, perusahaan besar swasta di Kotim berjumlah 53 perusahaan. Rata-rata punya sekitar 3.000 karyawan. ”Artinya ada 2.000-an karyawan yang berencana mudik. Ini hanya data PBS, belum termasuk masyarakat umum,” ujarnya.

Apabila dikalkulasikan dari 50 perusahaan yang terdata di Kadin Kotim, Susilo memprediksi ada kurang lebih 17.000 karyawan yang berencana mudik Lebaran tahun ini.

”Prediksi pemudik yang disampaikan KSOP itu benar, 8.000-10.000 ribu penumpang, tetapi itu hanya di Kotim. Belum termasuk Katingan dan Seruyan yang warganya juga kemungkinan besar mudik lewat jalur laut, sehingga saya mengestimasikan ada sekitar 17.000 karyawan yang berencana mudik tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Terlilit Utang, Kakak Beradik Maling Sawit, Akhirnya Dipenjara Lima Bulan

Susilo meyakini sebagian besar karyawan perusahaan perkebunan sawit memutuskan pulang melewati jalur laut menggunakan kapal yang tersedia di Pelabuhan Sampit.

”Karyawan sawit yang pulang saya meyakini cenderung banyak yang mudik naik kapal, karena harga tiket pesawat lebih ekonomis. Sekarang kita tahu sendiri harga tiket pesawat di Sampit begitu mahal dan jadwal penerbangan juga tidak menentu. Biasanya setiap hari sekarang hanya tiga kali seminggu terbang,” ujarnya.

Meskipun ada pemudik yang memilih pulang kampung melalui jalur udara, namun ia memastikan tak banyak yang melewati Sampit. ”Kebanyakan warga Kotim yang berencana mudik saya yakin banyak yang lewat Palangka Raya dan Pangkalan Bun, karena harga tiketnya masih jauh lebih murah dan kita juga punya beberapa pilihan maskapai penerbangan, sedangkan di Sampit hanya ada dua maskapai yang melayani rute Sampit-Surbaya dari NAM Air dan rute Sampit-Surabaya dari Wings Air itupun dengan jadwal penerbangan yang tidak setiap hari,” ujarnya.



Pos terkait