Puluhan Lansia Dilayani di Rumah, Berharap Ibadah Puasa tanpa Dihantui Korona

Gencarnya Vaksinasi Covid-19 di Kotim Jelang Ramadan

polres kotim,vaksin ,Jajaran Polres Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ikut serta mendukung pemerintah memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat
PELAYANAN LANGSUNG: Warga lansia mendapatkan layanan vaksinasi yang digelar jajaran Polres Kotim di Jalan Metro Tv, belum lama tadi. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Jajaran Polres Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ikut serta mendukung pemerintah memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. Selain menggelar layanan vaksinasi di Taman Kota Sampit, pihaknya juga memberikan layanan langsung kepada warga lanjut usia dengan mendatangi langsung ke rumahnya.

”Beberapa hari yang lalu anggota kami (Polres Kotim) langsung memberikan layanan door to door kepada 59 warga lansia. Layanan vaksinasi di Taman Kota juga tetap berjalan,” kata AKBP Sarpani Kapolres Kotim, Minggu (27/3).

Bacaan Lainnya

Dalam memberikan pelayanan, Polres Kotim melibatkan 28 tenaga kesehatan Bhayangkari. Termasuk perawat dan Polwan yang turut membantu kegiatan vaksinasi Covid-19. Adapun vaksin yang digunakan merk Sinovac, Cocovac, dan Astrazeneca.

”Kami juga melibatkan ketua RT dan lurah untuk kegiatan layanan vaksinasi di Pos Polisi Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, Seranau, dan MB Ketapang,” katanya.

Sebelumnya, layanan vaksinasi gotong royong super presisi diadakan selama sepekan pada 13-20 Maret. Kegiatan kemudian diperpanjang lagi selama dua hari pada 26-27 Maret 2022.

”Sasaran layanan vaksinasi Covid-19 ditujukan untuk masyarakat yang belum menjalani vaksin dosis 1 dan dosis 2 serta sedikit jatah vaksin dosis 3 (booster). Setelah masyarakat selesai divaksin, bisa langsung mengambil kupon undian. Apabila beruntung akan mendapatkan hadiah doorprize yang sudah kami sediakan, kalaupun tidak beruntung tetap kami berikan snack,” katanya.

”Khusus untuk lansia berusia diatas 60 tahun, tidak perlu ambil undian, langsung mendapatkan beras,” sambungnya.

Pihaknya menyediakan hadiah bahan pokok berupa minyak goreng 500 liter, beras 600 sak kemasan 3-5 kg, snack, dan lain-lain.

”Polres Kotim mendapatkan suplai vaksin lagi dari Dinkes Kotim. Layanan vaksinasi terus digencarkan, karena dalam waktu dua minggu lagi vaksin sudah dekat expired dan jumlahnya cukup banyak. Maka itu, kami berusaha mengajak masyarakat Kotim ataupun dari luar untuk vaksin. Datang divaksin, daya tahan tubuh lebih kuat melawan virus, pulang-pulang bawa sembako,” katanya.

Pantauan Radar Sampit, sejumlah masyarakat yang menjalani vaksinasi Covid-19 di Taman Kota Sampit, Minggu (27/3), ada yang mendapatkan beras, minyak goreng, dan sepeda.

Sarpani mengatakan, selama dua hari layanan vaksinasi Covid-19 berlanjut, pihaknya telah melayani 1.125 dosis. ”Hari ini (kemarin, Red) lumayan ramai yang divaksin, ada 675 dosis, sehari sebelumnya ada 450 dosis,” ujarnya.

Selain mendukung pemerintah dalam mewujudkan percepatan program vaksinasi, Sarpani melanjutkan, layanan vaksinasi massal juga bertujuan agar masyarakat memiliki daya imun yang kuat dan siap menyambut Ramadan 1443 Hijriah.

”Kami mengharapkan dengan mempercepat persentase program vaksinasi Covid-19, masyarakat Kotim memiliki daya imun yang tinggi, sehingga memasuki Ramadan bulan depan, Kotim diharapkan bisa turun dari level 3 ke level 2, sehingga kebijakan PPKM bisa dilonggarkan,” katanya.

Menurutnya, dengan mendukung dan membantu pemerintah mempercepat program vaksinasi Covid-19, dapat  menciptakan suasana yang kondusif. Kekhawatiran terhadap penularan yang merujuk pada kasus kategori sedang hingga berat dapat diantisipasi.

”Kebijakan kelonggaran PPKM itu tolok ukurnya pencapaian vaksinasi di Kotim. Semakin sempurna persentase masyarakat yang sudah vaksin, kemungkinan pemerintah menurunkan level dapat dilakukan. Kepolisian juga akan sedikit terbantu, karena selama ini masyarakat merasa jenuh dengan pembatasan aktivitas. Kita semua mengharapkan selama puasa hingga Lebaran, masyarakat bisa beribadah dengan lancar tanpa pembatasan ekstra ketat, karena sebagian besar daya imun masyarakat  sudah semakin kuat dari bahaya virus dengan harapan angka penularan Covid-19 bisa ditekan,” pungkasnya. (hgn/ign)

Pos terkait