Warga Sampit Tetap Vaksinasi hingga Booster Kedua

vaksinasi booster
VAKSINASI: Salah satu warga disuntik vaksin booster 2 oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Baamang II, Selasa (31/1). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Sadar akan pentingnya pencegahan terhadap virus Covid-19 yang belum benar-benar hilang, sebagian masyarakat masih mengikuti vaksinasi hingga tahap empat atau booster kedua. Namun, antusiasme masyarakat tidak setinggi awal vaksinasi dulu.

Kepala Puskesmas Baamang II Desliana Eka Maulitita mengatakan, antusiasme masyarakat tidak seperti pelaksanaan vaksinasi dosis satu maupun dosis kedua. Akan tetapi masih ada saja masyarakat yang datang ke puskesmas tersebut untuk vaksinasi.

Bacaan Lainnya

“Per hari rata-rata ada 30-50 orang,” kata Desliana, Selasa (31/1).

Selain vaksinasi dosis satu, dosis dua, dan booster satu, Puskesmas Baamang II juga menerima layanan vaksinasi booster dua sejak 24 Januari yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes) dan kelompok lanjut usia (lansia).

Pelaksanaan vaksinasi booster kedua itu dilakukan menindaklanjuti imbauan  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait dengan vaksinasi booster yang telah boleh dilakukan bagi masyarakat umum usia 18 tahun ke atas.

“Sejak ada imbauan Kemenkes kami melaksanakan vaksinasi booster dua, tapi warga yang tidak hanya untuk vaksinasi booster, ada juga yang belum dosis pertama, kedua dan ketiga. Itu tetap kami layani,” tuturnya.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Unggul di Lapas Sampit

Sejak 24 Januari 2023 lalu, baru 109 orang yang melaksanakan vaksinasi booster kedua. Dengan rincian 102 orang usia 18 tahun keatas, dan 7 orang kelompok lansia.

“Sejak awal Januari kami menerima 30 vial vaksin pfizer, saat ini sudah 15 vial vaksin yang digunakan,” terangnya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi, pihaknya menggunakan vaksin jenis pfizer. Satu vaksin pfizer bisa digunakan 11 – 12 orang, karena dosisnya lebih sedikit. Sedangkan untuk dosis satu dan dua satu vial hanya untuk enam orang.

Rendahnya minat warga untuk melaksanakan vaksinasi karena saat ini kasus Covid-19 yang sudah mulai melandai.  “Mungkin karena kasus Covid-19 sudah melandai, sehingga menunda booster kedua, atau karena merasa sudah cukup dengan vaksin booster pertama,” tuturnya.

Diungkapkannya, vaksinasi kedua sama pentingnya dengan vaksinasi sebelumnya yakni untuk imunitas tubuh. Utamanya untuk kelompok yang rentan ataupun berisiko terhadap penularan Covid-19. Bahkan hingga saat ini penularan Covid-19 diperkirakan masih ada, hanya saja tidak setinggi dulu. Kalaupun ada gejalanya pun ringan, karena pada umumnya masyarakat Kotim sudah menerima vaksinasi dosis kestu maupun kedua.



Pos terkait