Ransomware, Kejahatan Siber Yang Kerap Memeras Korbannya

Ransomware, Kejahatan Siber Yang Kerap Memeras Korbannya

Dalam beberapa tahun terakhir, para ransomers (penjahat siber yang melancarkan ransomware) semakin ganas. Mereka berani menyerang organisasi atau institusi tertentu yang punya perlindungan mumpuni semisal lembaga perbankan, bahkan pemerintahan.

Meski targetnya naik kelas, ini tidak berarti pengguna individu dapat merasa bebas. Jika Anda tidak ingin kehilangan foto, dokumen, dan file lainnya, Anda harus dapat menerapkan beberapa keterampilan dan kebiasaan antiransomware.

Bacaan Lainnya

Buat yang awam, firma riset dan penyedia layanan keamanan siber Kaspersky menjelaskan bahwa, ransomware adalah malware yang menargetkan perangkat keras untuk memperoleh informasi berharga pengguna (seperti dokumen, gambar, dan basi data) dan mengenkripsi semua yang ditemukannya, kemudian mengunci file tersebut.

Selanjutnya, ransomware akan menampilkan pesan yang menuntut pembayaran untuk memulihkan dan mengembalikan data. Jika korban ransomware membayar tebusan yang diminta, salah satu dari beberapa skenario selanjutnya mungkin terjadi.

Baca Juga :  Indonesia Masuk Era 5G, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Dalam beberapa kasus, terkadang ransomers mengirimkan kunci dekripsi dengan instruksi tertentu yang alih-alih bebas dari ancaman justru malah semakin memperburuk situasi. Beberapa ransomers hanya mengambil uang korban dan kemudian menghilang.

Dalam beberapa kasus, bahkan para pelaku kejahatan siber ini tidak dapat memulihkan data meskipun mereka mau. Beberapa ransomware punya karakter merusak file secara permanen.

Ransomware juga dapat masuk ke komputer Anda dengan berbagai cara. Misalnya, Anda mungkin mencolokkan flash drive yang terinfeksi atau mengunduh sesuatu dari situs web yang berbahaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.