Nama Wahyudi Kaspul Anwar diabadikan menjadi nama Bumi Perkemahan Pramuka Ujung Pandaran. Bupati Kotim Periode 2000-2010 ini berjasa besar dalam gerakan pramuka. Selama sembilan tahun berturut-turut, Kotim selalu mendapatkan penghargaan dibidang Kepramukaan.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) resmi membuka Kemah Bakti Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif (ELY) di Bumi Perkemahan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
Kegiatan yang berlangsung 26-28 Juli 2024 ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan di Ujung Pandaran.
Sebelumnya, Kemah Bakti ELY Provinsi Kalimantan Tengah pertama kali diselenggarakan pada 9-11 Januari 2009 yang dihadiri sekitar 3.000 anggota pramuka dewasa se-Kalteng yang saat itu juga dihadiri Agustin Teras Narang Gubernur Periode 2005-2015, Parni Hardi Wakil Ketua Kwarnas Pramuka dan Kwarda XV Kalteng Nahson Taway.
Kemudian kemah yang kedua diselenggarakan 29-31 Mei 2015 dan kemah bakti ELY tingkat Provinsi Kalteng yang ketiga diselenggarakan 29 November – 1 Desember 2019 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sugianto Sabran beserta Ketua Kwarda XV Gerakan Pramuka Kalteng Yulistra Ivo Azhari.
“Sebenarnya Pak Gubernur ingin pelaksanaan kemah ELY bersama se-Kalteng. Berhubung agenda kemah ELY di Kotim sudah dijadwalkan sehingga kita tidak bisa berbarengan melaksanakan,” katanya.
Hari ini peserta yang ikut kurang lebih 1.500 orang dari semua SOPD dan 17 Kecamatan ikut serta dan kegiatan ini juga menjadi bahan evaluasi kami untuk perbaikan sarpras.
“Mudah-mudahan kemah ELY kedepannya bisa melibatkan instansi vertikal dan saya lihat belum ada dari pihak dunia usaha semoga bisa ikut serta bergabung dalam kegiatan kemah ELY,” kata Bupati Kotim Halikinnor usai upacara pembukaan Kemah ELY, Sabtu (27/7/2024).
Melalui kegiatan ini, Halikin berharap dapat lebih mengenal, menghayati salah satu aktivitas gerakan pramuka dalam menyelenggarakan salah satu tugasnya yaitu melaksanakan perkemahan.
Hal itu berarti hidup di alam terbuka dengan segala tantangan dan dalam keadaan yang sederhana dengan fasilitas yang terbatas, segala sesuatu harus dikerjakan secara mandiri atau berkelompok tetapi terus berlatih, berkarya, memelihara lingkungan hidup serta senantiasa dalam suasana gembira dan persaudaraan.
“Saya menyambut gembira kegiatan Kemah Bakti ELY. Kita juga menyepakati mengabadikan nama Pak Wahyudi Kaspul Anwar yang juga hadir sekaligus meresmikan nama Bumi Perkemahan Pramuka Ujung Pandaran menjadi Bumi Perkemahan Pramuka Wahyudi Kaspul Anwar Desa Ujung Pandaran,” ucap Halikin yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kotim.
“Sejak di masa kepemimpinan beliau sebagai Bupati Periode 2000-2010 sangat baik dan komitmen dalam pengembangan pramuka yang terbukti selama sembilan tahun berturut-turut Kotim selalu mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten tergiat dalam keaktifan Pramuka, sampai lomba tergiat itu ditiadakan karena selalu Kotim yang menang mendapatkan penghargaan,” sambungnya.
Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) yang artinya rakyat muda yang suka berkarya ini merupakan organisasi kepanduan yang didirikan di Indonesia pada 14 Agustus 1961.
Pramuka sebagai sistem pendidikan non formal membantu dan melengkapi pendidikan formal dalam upaya pembentukan watak dan kepribadian kaum muda sebagai kader bangsa yang cinta tanah air.
Untuk itu gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan yang menarik, bersifat rekreatif dan edukatif di alam terbuka.
Pelaksanaan Kemah ELY tahun ini, mengambil motto “Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan” dan dengan tema “Habaring hurung, inovasi, dan berjaya”.








