Rice Milling Plant Ditargetkan Rampung Tahun Ini 

pembangunan
PELETAKAN BATU PERTAMA: Sekda Provinsi Kalteng Nuryakin melakukan peletakan batu pertama pembangunan RMP di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit Kotim, didampingi Wakil Bupati Kotim Irawati dan jajaran lainnya, Rabu (3/4/2024). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Provinsi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan pembangunan fisik rice milling plant rice to rice (RMP-RtoR) di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selesai di tahun ini.  Proyek ini direncanakan selesai dalam waktu 150 hari kalender,  sejak 25 Maret 2024 hingga 21 Agustus 2024.

“Target pembangunan fisiknya 150 hari kerja, atau paling tidak November ini sudah bisa diselesaikan, termasuk dengan pengadaan alat, mesin dan lainnya,” kata Sekda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Nuryakin saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan RMP-RtoR di Desa Lampuyang, Rabu (3/4/2024).

Bacaan Lainnya

Diharapkan RMP-RtoR sudah bisa operasional awal tahun 2025 mendatang. Pihaknya berharap pembangunan tempat produksi beras ini bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh Sekda Provinsi Kalteng, Wakil Bupati Kotim Irawati,  Dandim 1015 Sampit, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotim Donna R Sitorus.

Baca Juga :  Debit Air Sungai Arut Kian Naik, Lima Kelurahan di Pangkalan Bun Terancam

“Terima kasih atas kerjasama kita selama ini dalam menangani berbagi kegiatan seperti inflasi. Kami titip pembangunan ini, tolong Kajari mendampingi, karena ini proyek strategis daerah yang harus kita sukseskan. Pak Kajati bahkan sudah bikin surat ke kami untuk mendampingi proyek strategis daerah ini. Jadi kalau ada keterlambatan, hambatan atau segala macamnya, mohon kami dibantu karena ini tujuannya  untuk membantu masyarakat. Katakanlah pada saat pengangkutan bahan material di pelabuhan bisa saja lambat, melawati jalan, harus izin dan lainnya, ini harus dipercepat semua, jangan ada yang menghalangi, sehingga pembangunannya bisa selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Dengan kapasitas RMP-RtoR di Kotim nantinya akan menerima juga pasokan gabah dari kabupaten lain, seperti dari Kabupaten Seruyan maupun Katingan.

Nuryakin mengatakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan RMP-RtoR di Desa Lampuyang yang dilakukan bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan RMP-RtoR di Kabupaten Pulang Pisau merupakan momentum bersam untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan terutama di Provinsi Kalteng.



Pos terkait