Sampah di PPM Sampit Tak Terangkut, Ternyata Ini Sebabnya

8 sampah
SAMPAH: Tumpukan sampah di Pasar PPM Sampit timbulkan bau menyengat, Sabtu (7/1). (DOK. YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Kontainer rusak di kawasan Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) tepatnya berada di area parkir menuju blok pasar ikan menyebabkan sampah menumpuk. Selama beberapa hari, sampah tak terangkut. Kondisi ini menyebabkan bau sampah yang menyengat hingga mengganggu kenyamanan pengunjung maupun pedagang.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Machmoer, mengatakan bahwa sampah di lokasi tersebut sekitar dua hari tidak terangkut karena kontainer yang biasanya ada di lokasi rusak.

Bacaan Lainnya

“Dua hari saja tidak terangkut, karena kita fokus ke Nur Mentaya dulu,” kata Machmoer yang diwawancarai saat peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP), Sabtu (7/1).

Karena kondisi tersebut, untuk sementara kontainer diganti dengan bak sampah. “Pertama, kontainer akan diganti yang baru, yang kedua untuk sementara kita ganti dengan bak sampah, biasanya malam kita angkut, karena pagi aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Habis Sampah Bertebaran, Kini Wisatawan Merasa Lebih Nyaman

Pengadaan kontainer harus lebih dulu dipesan, selain itu juga harus melalui tahap lelang. Berdasarkan perhitungannya, jika menggunakan kontainer memerlukan biaya sekitar Rp 60 juta per unit, sementara kekuatannya hanya dua tahun.

“Jadi mendingan kita beli bak sampah, jadi cukup diangkut dengan tossa. Di PPM itu akan kita siapakan 10-12 bak ampah, sudah pesan di Banjarmasin. Dengan bak sampah akan mudah diangkut, manusianya juga sedikit, tapi antrean, kalau total keseluruhan 24 bak sampah,” terangnya.

Dia meminta bak sampah sebagai pengganti kontainer di kawasan itu dijaga.

“Tolong dijaga, karena pakai roda jangan diangkut, tolong dipantau,” imbuhnya.

Dirinya menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan kontainer rusak, salah satunya karena sampah yang dibuang bercampur ada bahan kimia bahan lainnya.

Pos terkait