SAMPIT – Sanggar Seni Budaya Intan Berlian Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya menggelar pertunjukan seni di lapangan Desa Bangkal, Sabtu (25/2). Event dalam rangka ulang tahun ke-2 Sanggar Seni Budaya Intan Berlian ini dihadiri ribuan penonton. Masyarakat sangat terhibur dengan aksi-aksi kreatif para pemuda-pemudi desa.
Sebagai penampilan pertama, Sanggar Seni Budaya Intan Berlian membawakan tarian kolosal berjudul Manari Salendang Baeta dan Tarian Nusantara. Tarian ini dipersembahkan oleh seluruh peserta didik sanggar sebagai bentuk suka cita dan kegembiraan.

Manari Salendang Baeta menggambarkan keberagaman suku budaya agama kepercayaan di tengah masyarakat. Adapun ragam yang dibawakan dalam tarian ini adalah kinyah, manasai, deder, dan tari selendang. Tarian ini juga cerminan keberagaman tarian tradisional dari berbagai penjuru Indonesia yang diiringi perpaduan musik modern dan tradisional.
Pertunjukan dilanjutkan dengan tarian lawang sakepeng dan tari mandau bawi tabela. Acara pun sempat berhenti sejenak lantaran hujan deras.
Pada malam hari saat hujan reda, pagelaran seni budaya berlanjut dengan menampilkan tari giring giring kahanjak atey, vocal group dari para pelatih sanggar, karungut, tari kreasi anak tabela, tari mandau apang, tari selendang, dan tari mandau bawi.
Ibu ibu dari Tim Penggerak PKK Desa Bangkal juga unjuk kebolehan melalui gerak dan lagu. Sedangkan PSHT memberikan pertunjukan seni bela diri.
Dalam kesempatan ini, sanggar juga membagikan hadiah untuk 10 peserta didik paling aktif latihan, yakni Jevri, Purwanda, Marsha Oktaviany Krisna, Novita, Maura christiana, Chellsy Zennica, Avika Febriana, Salma Ramadani, Marsha Aqila, dan Vennya Astari.
Sanggar juga memberikan hadiah untuk enam pelatih paling aktif, yakni Martha Nelfita Selfiyati, Hany Dayu MeasaPutri, Lepiana, Febryani, Sulis Tiana, dan Nyai Jessa Engkang.
Puncak acara ulang tahun sanggar diisi dengan pemotongan tumpeng, dan ditutup dengan hiburan musik.
Pj Kepala Desa Bangkal Susila Sri Wahyuni mengatakan bahwa Desa Bangkal merupakan desa yang masih kental akan adat dan budaya daerah. Warga desa juga banyak yang memiliki keterampilan seni ukir dan seni anyam yang bisa dijadikan souvenir.
”Kami yakin Bangkal bisa menjadi destinasi wisata budaya. Di sini ada situs situs budaya yang terjaga dengan baik, ada rumah betang, punya sanggar seni yang aktif memberikan pembinaan kepada generasi muda, punya perguruan seni bela diri, dan memiliki banyak pengrajin ukiran dan anyaman,” kata Susila.
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa keberadaan sanggar seni tidak lepas dari dukungan banyak pihak, terutama Musirawas Citraharpindo yang menjadi donatur tetap.

Ketua Sanggar Seni Budaya Intan Berlian Novia Dewi Hurai mengatakan, Sanggar Seni Budaya Intan Berlian didirikan oleh (alm) Sihoy Sapar. Sihoy mendedikasikan hidupnya untuk seni tari dan musik di Desa Bangkal. Ketika Sihoy meninggal dunia, aktivitas sanggar dilanjutkan oleh (Alm) Agus Engkang dan kawan kawan (dkk), lalu dilanjutkan lagi oleh Itai dkk hingga tahun 2020.








