HMPS Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mendirikan Sanggar Tani Muda di Kalurahan Serut yang telah diregistrasikan oleh Dinas Pertanian dan Pangan. Dengan tema program yang diusung pada kegiatan tersebut adalah “Akselerasi Sanggar Tani Muda Milenial Kalurahan Serut Melalui Inovasi Pengolahan Pisang Saba (Musa Paradisiaca Forma) Berbasis Tata Kelola Terintegrasi”.
Tim Pelaksana PPK Ormawa HMPS Fisika UAD resmi menerjukan Sanggar Tani Muda yang dilaksanakan di Kalurahan Serut, Rabu (5/7). Dalam sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD Dr Gatot Sugiharto menyampaikan mahasiswa memiliki teori dari kampus, pihaknya tidak mempunyai laboratorium praktek untuk penerapan ilmu yang mereka dapatkan dari kampus. “Harapannya masyarakat dapat menerima mahasiswa dan mengajarkan prakteknya,” ujar Dr. Gatot Sugiharto.
Sabtu (19/8), Tim PPK- O HMPS Fisika UAD sukses melaksanakan program kerja sekolah lapangan pengolahan pupuk dengan cara mudah dan sederhana menggunakan limbah organic atau limbah rumah tangga dengan mencampurkan limbah, gula, bahan kimia sebagai activator dan air. Sekolah lapangan ini diharapkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan sanggar tani muda di Kalurahan Serut yang dapat memanfaatkan dan mengolah sumber daya limbah organic menjadi pupuk cair hingga nantinya dapat dijadikan produk.
Sementara Minggu (20/8) telah terlaksana program kerja sekolah lapangan tabulampot atau tanaman buah dalam pot yang berkaloborasi dengan sanggar tani muda Kalurahan Serut. Sekolah lapangan ini dilakukannya sebagai pengenalan tabulampot secara luas, baik sejarah dan manfaat hingga cara membuat tabulampot itu sendiri. Diharapkan dengan adanya sekolah lapangan tabulampot dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan Sanggar Tani Muda guna membangkitkan potensi yang ada kalurahan serut serta memberikan ilmu baru bisa digunakan oleh masyarakat dan sanggar tani nantinya.
Minggu (3/9) telah dilaksanakannya Focus Group Discussion (FGD) sebagai sarana diskusi mengenai perkembangan dan permasalahan program kerja yang telah disusun. Diskusi ini dipimpin Wakil Ketua Sanggar Tani Muda Kalurahan Serut Diyan. Kegiatan ini selain menyelesaikan permasalahan juga dilakukannya evaluasi dan diskusi tim pelaksana PPK-O HMPS Fisika bersama dosen pendamping guna diharapkan tidak terjadi permasalahan serupa yang dapat menggangu kinerja tim.
Sementara pada Minggu (10/9), kegiatan instalasi air telah dilakukan oleh Sanggar Tani Muda guna sebagai perancangan pembagunan jalur air dari sumber air di lahan melalui komponen penyalur dan penyambung hingga menuju ke sasaran untuk penanaman. Instalasi alat ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam proses penanaman dan perkembangbiakan pisang saba yang nantinya akan diolah menjadi makanan khas daerah dari Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul.
Dan pada Selasa (19/9) dilaksanakan kegiatan inti dari Tim Pelaksana PPK Ormawa HMPS Fisika yaitu penanaman pisang di lahan pertanian Kalurahan Serut. Penanaman pisang ini dilakukan sebanyak 130 bibit pisang secara simbolis Sugianta selaku Kepala Lurah Kalurahan Serut dan dilanjutkan oleh perangkat desa, tim pelaksana, tim ormawa, sanggar tani muda dan masyarakat yang hadir. Harapan dilakukannya penanaman bibit pisang ini sebagai salah satu kegiatan pendukung ketahanan pangan bagi masyarakat di masa pendatang dengan melakukan pengolahan dari bahan dasar pisang saba.
Rabu (20/9) dilaksanakan sekolah pembuatan tepung pisang saba yang berkaloborasi dengan sanggar tani muda kalurahan serut. Sekolah lapangan ini dilakukan untuk memberikan informasi mengenai pengolahan pisang yang kaya manfaat salah satunya dapat dijadikan tepung yang memiliki kandungan baik bagi tubuh. Harapan dari terlaksananya sekolah lapangan pembuatan tepung ini dapat memberikan edukasi terhadap sanggar tani muda dan masyarakat sekitar, guna dapat dimanfaatkan pisang di masa pendatang sebagai ketahanan pangan masyarakat.








