Satu Ditangkap, Polisi Janji Ringkus Semua Pengeroyok Satpam

DITANGKAP: Salah seorang pelaku pengeroyok Satpam yang diringkus aparat. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Tak butuh waktu lama bagi jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Ketapang untuk mengungkap kasus pengeroyokan terhadap satuan pengamanan (satpam) di Jalan Jeruk I, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.

Menurut informasi yang dihimpun, Tim Unit Reskrim Polsek Ketapang  mengamankan Dhimas Saputra (18) sebagai tersangka.

Bacaan Lainnya

”Saat ini sudah ada satu orang yang kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri, Minggu (25/7).

Petugas juga berhasil berhasil menyita satu unit sepeda motor jenis matik yang digunakan Dhimas untuk menabrak korbannya. Itu terbukti dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian.

”Jadi, pelaku ini salah satu orang yang ikut melakukan penganiayaan dengan cara menabrak korban menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Sekedar diketahui, pengungkapan itu bermula saat Tim Unit Reskrim Polsek Ketapang melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang saksi yang kebetulan ada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).  Dalam operasi tersebut, pihaknya  mengamankan  satu Dhimas Saputra di tempatnya bekerja Jalan Ir H Juanda, Sabtu (24/7) malam.

Saat diintrogasi petugas, Dhimas mengaku salah satu orang yang ikut melakukan pengeroyokan terhadap seorang satpam yang sedang bertugas di lokasi kejadian. Dhimas pun digiring ke Mapolsek Ketapang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Samsul menjelaskan, kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut. Sebab, masih ada pelaku lainnya yang menjadi buron oleh pihak kepolisian. Totalnya ada sepuluh lebih orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.

”Anggota kami masih berada di lapangan untuk mengumpulkan informasi terkait kasus ini. Yang pasti, kami berjanji akan secepatnya mengamankan semua pelaku pengeroyokan tersebut,” bebernya.

Seperti berita sebelumnya, aksi pengeroyokan itu terjadi pada Selasa (20/7) dini hari. Di mana, korban ada melihat sejumlah sekelompok masyarakat yang sedang melakukan aksi balapan liar tepat di depan tempatnya bekerja.

Namun, saat itu Slamet dihampiri oleh orang tak dikenal. Di lokasi, korban kemudian dipukuli dan dikeroyok oleh puluhan diduga pelaku balap liar. Lantaran tidak ada yang melerai, Slamet harus mengalami luka serius pada bagian wajah, kaki dan tangannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *