Kaum Hawa Resah Lagi, Begal Payudara Beraksi Kembali

RAWAN BEGAL PAYUDARA: Kawasan gapura selamat datang Pangkalan Bun menjadi salah satu target lokasi pembegal payudara di Pangkalan Bun. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Warga Kabupaten Kotawaringin Barat terutama kaum perempuan kembali diresahkan oleh aksi pelecehan seksual di atas kendaraan bermotor. Pelaku mengincar perempuan yang berkendara seorang diri dan menguntitnya hingga ke tempat sepi kemudian beraksi dengan meremas payudara korbannya.

Baru-baru ini salah seorang warga yang berdomisili di Desa Natai Raya, Kecamatan Arsel menjadi korbannya saat melintas di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di gerbang selamat datang Pangkalan Bun tidak jauh dari Bundaran Pangkalan Lima.

Bacaan Lainnya

Pelaku beraksi menggunakan motor jenis Scoopy berwarna hitam  terbilang berani, karena dilakukan di siang hari sekitar pukul 11.30 WIB. Meski sempat dikejar, pelaku dapat meloloskan diri.

Peristiwa tersebut bermula, saat korban bermaksud menjemput suaminya di pool (garasi) tempat bekerja sebagai sopir. Jarak antara garasi dan rumah kontrakan mereka hanya beberapa kilometer saja.

Saat itu korban mengendarai sepeda motor seorang diri. Tiba di depan SPBU Ahmad Yani, sebelum gerbang selamat datang korban merasa ada yang mengikutinya dan saat dilihat dari kaca spion ia tampak pengendara motor yang terus menguntitnya.

Ketika mendekati gudang Unilever, tiba-tiba kendaraan tersebut sudah berada di samping kanannya, semula ia berpikir orang tersebut bermaksud mendahuluinya.

Namun, betapa terkejutnya, ternyata pria berperawakan tinggi dan berkulit sawo matang tersebut tiba-tiba langsung menjulurkan tangan kirinya dan meremas payudara sebelah kanan.

“Saya kaget dan sempat histeris, kemudian saya kejar dan kebetulan tidak jauh dari garasi mobil tempat suami kerja, setelah sampai di garasi, saya langsung cerita dan suami kembali mengejar namun pria dengan Scoopy berwarna hitam itu sudah hilang,” bebernya, Minggu (25/7).

Korban ingat betul jenis kendaraan pelaku pelecehan seksual itu, bahkan ia sempat ingat nomor plat kendaraan yang digunakan pelaku beraksi DA 6005, sayangnya huruf yang terdapat di belakang angka ia tidak ingat.

Menurutnya setelah peristiwa pelecehan yang dialaminya tersebut, ia sempat akan melaporkan kasusnya ke Polsek setempat, namun hal itu ia urungkan.

“Peristiwa ini yang pertama saya alami, namun setelah saya posting di media sosial, ternyata banyak sekali perempuan yang menjadi korbannya. Bahkan ada yang mengaku kendaraan yang digunakan pelaku sama dengan pelaku yang melecehkan dirinya, di lokasi kejadian kemarin ternyata ada juga korban lainnya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *