SAMPIT – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Asiah Sampit yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Asiah menggelar market day di Stadion 29 Nopember Sampit, Sabtu (11/12). Kegiatan yang diikuti 310 siswa dan didampingi orang tua wali itu disambut gembira dan antusias. Mereka diajarkan seni berdagang dan menanamkan sikap sopan santun dalam bertransaksi jual beli.
Kepala SDIT Asiah Sampit Siti Bangi Fillah mengatakan, market day ini merupakan serangkaian kegiatan kelas ceria anak sholeh. Kelas ceria ini ada banyak lomba, seperti lomba musabaqoh tahfidzul Quran, lomba hafalan doa harian, ketangkasan, market day, daurah tafaqquh fiidin, dan cerdas cermat.
“Kegiatan lomba sudah dimulai tanggal 8 Desember lalu dan rencananya Jumat-Sabtu tanggal 17-18 Desember ini kami akan mengadakan lomba cerdas cermat di sekolah,” kata Siti Bangi Fillah.
Siti mengatakan, market day bertujuan memberikan edukasi kepada siswa untuk mengenalkan sekaligus mempraktekkan nasehat Nabi Muhammad. Dimana dalama dalam Hadist Riwayat Ahmad, ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, mata pencaharian apakah yang paling baik?” Rasulullah bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).”
“Kami ingin mengenalkan, mengajarkan dan membangun jiwa berwirausaha sejak usia dini agar ke depannya anak peserta didik kami menjadi pribadi yang mandiri dan berakhlakul karimah,” kata Siti.
Selain itu, market day ini sebagai bentuk menjalin silaturahmi yang erat antara guru, orang tua wali dan murid itu sendiri.
“Market day ini sekaligus family gathering mempererat silaturahmi antara guru dan sesama wali siswa. Yang biasanya interaksinya hanya melalui WhatsApp grup, sekarang bisa mengenal dan bertemu secara langsung,” katanya.
Siti mengatakan kegiatan market day sudah rutin dilaksanakan setiap satu tahun dua kali pada momen akhir semester. “Setiap tahun market day diadakan di sekolah, kali ini kami sepakat ingin memberikan suasana yang baru di Stadion 29 Nopember,” katanya.
Bukan hanya itu saja, alasan dipilihnya lokasi kegiatan di Stadion 29 Nopember dikarenakan bangunan sekolah masih dalam tahap renovasi.
Selama hampir dua tahun, masyarakat Indonesia dan seluruh negara menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas masyarakat termasuk peserta didik tak banyak berinteraksi secara langsung dan membatasi diri dari kegiatan yang memicu penularan Covid-19.
“Kami berani mengadakan ini karena situasi pandemi di Kotim sudah melandai selama beberapa bulan terakhir dan kami sudah mendapatkan rekomendasi izin dari Satgas Covid-19. Walaupun begitu, kami tetap berhati-hati dan menjaga protokol kesehatan dan tetap mewajibkan anak-anak dan orang tua siswa menggunakan masker selama beraktivitas di luar rumah,” katanya.
Selain market day, pihaknya juga menggelar lomba tarik tambang, lomba kelereng, dan lomba lari yang disambut gembira dan semangat oleh para siswa dan guru.
“Semua siswa begitu gembira dan semangat mengikuti lomba, orang tua siswa juga terlihat senang melihat anak-anaknya ceria dan tentunya kami sebagai guru juga sangat senang dan bersyukur bisa membangkitkan keceriaan siswa. Kami berharap kedepannya kegiatan market day dan lomba bisa terus dilaksanakan secara rutin yang tidak hanya menjual aneka makanan minuman atau jajanan untuk sesama siswa dan orang tua saja tetapi juga bisa dibeli orang semua orang yang datang,” tandasnya. (soc/hgn/yit)








