Selaraskan Pendidikan dan Dunia Usaha, Politeknik Sampit Bersinergi dengan Kadin Institut Cetak Lulusan Sarjana Siap Kerja 

workshop
WORKSHOP : Tenaga pendidik sejumlah SMK dan LKP di Sampit mengikuti workshop yang diselenggarakan di Politeknik Sampit, Sabtu (24/2/2024).  (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Masih adanya ketidakselarasan antara kurikulum pendidikan di perguruan tinggi vokasi dengan kebutuhan di dunia usaha industri menjadi salah satu sebab lulusan sarjana tak terarah dan bingung setelah lulus melamar kerja dimana. Bahkan, tak sedikit pula lulusan sarjana yang masih menganggur.

Menyikapi hal itu, Perguruan Tinggi Vokasi Politeknik Sampit menjalin kerjasama dengan Kadin Institut Provinsi Lampung menggelar workshop dengan tema, peningkatan kapabilitas kemitraan dan penyelarasan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri  untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah di Provinsi Kalteng.

Bacaan Lainnya

Kegiatan workshop yang digelar di Politeknik Sampit Jalan Wengga Metropolitan dihadiri 35 peserta dari tenaga pendidik di SMKN 1 Sampit, SMKN 2 Sampit, SMKN 3 Sampit, SMKN 4 Sampit, SMK Bakti Mulya Sampit, SMA Santo Mulya, SMA PGRI, SMA Muhammadiyah Sampit, SMK Pulau Hanaut, SMKN 1 Mentaya Hilir Selatan.

Baca Juga :  Bupati Kotim Tegaskan Peningkatan Mutu dan keselamatan Pasien Jadi Hal Utama

Serta Lembaga Pelatihan Kerja (LKP) Starcom Sampit, Lembaga Pendidikan Profesional Quantum (LPP Quantum ) Sampit dan LKP Borneo Sampit. Serta, sembilan peserta yang mengikuti secara virtual.

“Workshop ini kami selenggarakan untuk memberikan pengetahuan dan menjalin kerjasama antara Perguruan Tinggi Vokasi Politeknik Sampit, Politeknik Banjarmasin dan Politeknik Tanah Laut dengan SMK dan LKP yang ada di Kotim,” kata Abdul Rozak, Ketua Tim Konsersium Politeknik Banjarmasin, Sabtu (24/2/2024).

Abdul Rozak mengatakan bahwa masih banyak lulusan perguruan tinggi vokasi politeknik yang belum sesuai kualifikasi yang dibutuhkan dunia usaha industri. Maka perlunya pengetahuan agar lulusan sarjana pendidikan vokasi dapat selaras dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kita berharap workshop ini dapat menjawab apa yang dibutuhkan dunia usaha industri,karena ternyata lulusan politeknik masih ada yang belum sesuai kualifikasi seperti yang diperlukan dunia usaha, makanya perlu dikomunikasikan, sehingga apa yang dirumuskan menjadi kurikulum dan nanti menghasilkan lulusan yang benar-benar selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Abdul Rozak.



Pos terkait