SIAP-SIAP!!! Tes Urine Bakal Sasar Karyawan Perusahaan

BUPATI-KOTIM-HALIKINNOR
WAWANCARA: Bupati Kotim Halikinnor saat diwawancarai wartawan, beberapa waktu lalu.

SAMPIT, radarsampit.com – Tingginya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat Pemkab Kotim berencana akan melakukan tes urine terhadap karyawan perusahaan besar swasta (PBS).  Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, tes urine akan dilakukan terhadap karyawan PBS, baik yang bergerak di bidang perkebunan maupun lainnya.

”Belum lama tadi tes urine di tingkat kecamatan telah kami lakukan dan itu akan kami lakukan secara bertahap. Bahkan, kami juga akan melakukan tes urine di perkebunan,” ujar Halikinnor.

Bacaan Lainnya

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan masalah serius dan dikategorikan sebagai extraordinary crime atau kejahatan luar biasa. Penanganan masalah itu tidak dapat dilakukan secara biasa. Hal tersebut memerlukan kerja serius, cerdas, dan tuntas.

Data terakhir BNNP Kalimantan Tengah (Kalteng), wilayah Kotim memiliki kasus peredaran narkoba cukup tinggi. Bukti empiris yang dapat dilihat bersama, frekuensi penangkapan kasus narkoba yang hampir setiap minggu dilakukan aparat penegak hukum Kotim, khususnya Kota Sampit.

Baca Juga :  Bertemu Rhoma Irama KW Sampit, Pekerjaannya Kapolri, Istri ke Luar Negeri

”Kami dan pihak kepolisian selama ini  telah melakukan upaya pemberantasan, bahkan saya nilai cukup bagus. Namun, faktanya masih banyak penyalahgunaan narkoba. Makanya kami akan lakukan tes urine juga kepada karyawan PBS,” kata Halikinnor.

Sebagai titik pertemuan strategis dari berbagai arah dan berbagai moda transportasi, baik darat, laut, dan udara, baik mobilisasi orang maupun barang menjadi salah satu penyebab utama dari tingginya angka peredaran narkoba di wilayah ini. Titik mobilitas yang padat dan jumlah penduduk berbanding lurus dengan angka peredaran narkoba.

Selain itu, wilayah Kotim yang menjadi rumah berbagai perusahaan perkebunan dan pertambangan, membuat mobilitas penduduk dari luar daerah semakin tinggi, sehingga berpotensi terjadi penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Oleh sebab itu, dengan melakukan tes urine, dapat diketahui PBS mana yang terbanyak menjadi sasaran pemasaran barang haram tersebut.

”Dengan dites urine, kita bisa mengetahui ada atau tidak karyawan yang positif narkoba. Jika dari hasil tes mengungkap banyak yang positif, kami akan minta tindakan tegas perusahaan,” tegasnya.

Pos terkait