Sudah Ditutup, Prostitusi Simpang Kodok Buka Lagi  

Bikin Resah, Satpol PP Kobar Menunggu Laporan

ilustrasi prostitusi
ilustrasi prostitusi

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Aktivitas prostitusi di eks lokasi prostitusi Simpang Kodok, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Kotawaringin Barat kembali menggeliat.

Keberadaan warung remang-remang dengan pelayan wanita berbusana seksi tersebut meresahkan masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Padahal, lokasi prostitusi yang diapit Desa Purbasari dan Desa Natai Baru, serta Kelurahan Baru itu resmi ditutup Pemkab Kobar beberapa tahun silam.

Warga sekitar, Restu, mengaku merasa terganggu dengan hilir mudiknya kendaraan yang masuk di beberapa warung remang-remang di sekitar rumahnya.

”Setiap malam ramai. Orang tua saya terganggu dengan aktivitas mereka, tapi tidak tahu harus mengadu ke mana,” ujarnya.

Menurutnya, wilayah RT 20 masuk dalam wilayah administratif Desa Purbasari. Dia hendak mengadu ke ketua RT setempat, namun belum pindah domisili di Kelurahan Mendawai.

Dia berharap Satpol PP Kobar dapat melakukan penertiban di kawasan eks prostitusi Simpang Kodok.

Baca Juga :  Korban Kebakaran PT Korindo Ariabima Sari Akhirnya Meninggal

Warga Pangkalan Bun, Husni, mengatakan, meski sudah resmi ditutup, aktivitas prostitusi tidak sepenuhnya berhenti. Banyak tempat yang masih secara terselubung beroperasi di wilayah tersebut.

”Kalau tidak diawasi, ya sama saja melegalkan,” keluhnya.

Kasi Ops Satpol PP Kobar Slamet Riyadi mengaku tidak mengetahui kawasan eks prostitusi Simpang Kodok masih ada aktivitas prostitusi. ”Kalau memang ada laporan, kami tindak lanjuti,” katanya. (tyo/ign)



Pos terkait