Tenggat Perusahaan Tinggal Sepekan, Ancaman Sanksi Menanti

bupati kotim cek jalan lingkar selatan
MENINJAU LAGI: Bupati Kotim Halikinnor didampingi Sekda Kotim dan sejumlah pejabat terkait kembali mengecek jalan lingkar selatan Kota Sampit, Kamis (18/8). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Tenggat waktu yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kepada perusahaan yang belum menyetorkan sumbangan dana perbaikan jalan lingkar selatan Kota Sampit tinggal sepekan lagi, yakni sampai dengan akhir Agustus. Sampai kemarin (24/8) sebanyak 27 perusahaan dilaporkan telah menyetorkan dana ke rekening khusus untuk perbaikan tersebut.

”Batas terakhirnya penyetoran dana bantuan sebenarnya sampai 16 Agustus kemarin. Karena masih banyak perusahaan yang belum semua mengumpulkan, makanya Pemkab Kotim berikan batas waktu sampai akhir Agustus,” kata Alang Arianto, Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim, Rabu (24/8).

Bacaan Lainnya

Sesuai kesepakatan, puluhan perusahaan diminta menyumbang masing-masing sebesar Rp 50 juta untuk menimbun jalan. Apabila dana tersebut terkumpul, ada sebesar Rp 2,7 miliar yang digunakan untuk membeli material agregat kelas B.

Baca Juga :  Makin Panas! Pengurus Koperasi Cempaga Perkasa Siap Lapor Balik Suparman Cs

Jika dana yang disumbangkan masing-masing perusahaan sebesar Rp 50 juta, maka ada 100 rit material yang terkumpul. Artinya, apabila semua perusahaan menyumbang dana, bakal ada 5.400 rit. Penimbunan dan perataan perbaikan jalur lingkar selatan nantinya akan dikerjakan oleh pegawai teknis dari Dinas PUPRKP Kotim.

Bupati Kotim Halikinnor sebelumnya memberi ultimatum pada perusahaan yang belum berpartisipasi dalam patungan untuk perbaikan jalan lingkar selatan Kota Sampit. Perusahaan tersebut diminta segera melakukan menyetor dana dengan tenggat waktu sampai akhir Agustus.

”Kalau sampai akhir Agustus nanti perusahaan tidak menyetor, pasti ada sanksi. Mungkin dari sisi pelayanan, kami tidak akan memberikan pelayanan perusahaan yang tidak berprestasi,” kata Halikinnor saat meninjau jalan lingkar selatan, Kamis (18/8).

Desakan tersebut disampaikan Halikinnor agar perbaikan jalan lingkar selatan yang kondisinya rusak parah cepat dilakukan untuk kenyamanan perusahaan itu sendiri.

”Harapan kami segera, karena ini untuk mereka juga, karena mereka bawa material atau hasil produksinya ke Bagendang sudah tidak terkendala lagi,” ujarnya.



Pos terkait