Tewas Terjebak di Toilet, Api Amuk Mes Karyawan Sawit

kebakaran
HANGUS: Mes karyawan perkebunan PT AWL yang terbakar dipasang garis polisi, Jumat (12/5), Kecamatan Bukit Santuai, Kotim. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Petaka menimpa perumahan karyawan perkebunan kelapa sawit PT Agro Wana Lestari (AWL) di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu (7/5) lalu. Mes perkebunan tersebut diamuk api hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Uberson mengatakan, selain menelan korban jiwa, kebakaran juga telah menyebabkan kerugian mencapai sekitar Rp1 miliar. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Bacaan Lainnya
Pasang Iklan

Menurut Uberson, kejadian bermula ketika salah satu penghuni mes, Sri, mendengar suara ledakan di sekitar lokasi kejadian. Perempuan tersebut kemudian bergegas keluar memeriksa sumber suara. Ledakan itu ternyata dari mes seorang karyawan yang sedang dilalap si jago merah.

Sri yang panik langsung berteriak meminta tolong. Tak beberapa lama, warga berdatangan dan bahu membahu memadamkan api. ”Saat itu api sudah terlanjur besar, sehingga membuat warga cukup kesulitan melakukan pemadaman,” kata Uberson, Jumat (12/5).

Baca Juga :  Caleg Merasa Dieksploitasi karena Orientasi Pemilih Hanya Uang

Perlu waktu sekitar dua jam sampai api berhasil dijinakkan. Polisi yang berada di lokasi mendapati seseorang yang terjebak di dalam toilet, Edi Santo. Pria itu kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan perusahaan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun, setibanya di klinik, korban dinyatakan meninggal dunia.

”Diduga kuat saat terjadi kebakaran, korban tak sempat menyelamatkan diri. Dari keterangan medis, korban meninggal dunia karena luka bakar,” ujarnya.

Uberson menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Terutama mencari tahu penyebab kebakaran tersebut. ”Untuk dugaan sementara, api berasal dari rumah korban (Edi Santo, Red). Namun, jika ada perkembangan lebih lanjut, nanti pasti akan kami sampaikan,” katanya. (sir/ign)



Pos terkait