Tiga Desa di Tualan Hulu segera Teraliri Listrik Tahun Ini

Gandeng Perusahaan Bantu Perbaikan Akses Jalan dan Jembatan

perbaikan jalan tualan hulu
PENGECEKAN: Camat Tualan Hulu Admadi Sastra dan perangkat desa mengecek perbaikan jalan yang akan menjadi jalur lokasi pemasangan listrik dari Desa Tanjung Jorong menuju Desa Merah, Selasa (7/2). (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Tiga desa di Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yakni Desa Tanjung Jorong, Mekar Sari, dan Damar Makmur, akan teraliri listrik PLN tahun ini.

Camat Tualan Hulu Admadi Sastra mengatakan, dari 11 desa di Kecamatan Tualan Hulu, hanya tiga desa itu yang belum teraliri listrik PLN. Selasa (7/2) lalu, pihaknya telah melakukan pengecekan akses jalan yang akan dipasang jaringan tiang listrik PLN.

Bacaan Lainnya

”Perbaikan akses jalan menggunakan bantuan alat berat milik kecamatan dan alat berat perusahaan agar pemasangan jaringan listrik cepat dikerjakan tanpa hambatan,” kata Admadi Sastra, Kamis (16/2).

Jalan yang dilakukan perbaikan masih berupa tanah liat bercampur laterit yang memiliki badan jalan 10-12 meter. Jaringan tiang listrik akan dipasang tiga meter dari bahu jalan.

”Saya juga sudah melaksanakan monev untuk meninjau langsung program pembangunan yang sudah berjalan dan belum selesai. Tahun 2022 ada peningkatan jalan berupa penimbunan tanah menggunakan dana desa di Desa Tanjung Jorong yang sudah selesai dikerjakan dan perbaikan jembatan yang belum selesai untuk pembangunan siringnya,” katanya.

Admadi juga mengecek pembangunan tower di Desa Tanjung Jorong yang masih dalam proses pekerjaan. ”Pembangunan tower dikerjakan menggunakan sumber dana APBN,” ujarnya.

Lebih lanjut Admadi mengatakan, pihaknya telah menggandeng sejumlah perusahaan di wilayah Tualan Hulu dengan menggelar rapat pada 24 November 2022 di aula PT HSL.

”Saya melibatkan perusahaan agar bersama-sama mempercepat kemudahan akses jalan dan jembatan, termasuk jalan masuk yang akan dipasang jaringan listrik dan memperbaiki titik jalan yang sulit diakses dan rusak parah dari Desa Luwuk Sampun menuju Mekar Sari, Damar Makmur, Desa Merah sampai Desa Tanjung Jorong,” ujar Admadi.

Sesuai komitmen bersama, lanjutnya, sejumlah perusahaan siap membantu menangani perbaikan jalan dan jembatan khususnya jalan yang dijadikan jalur jaringan listrik PLN.

”Perbaikan mulai dikerjakan pihak perusahaan dan masyarakat desa. Beberapa perusahaan mempunyai beban tugas yang memiliki perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Tualan Hulu ataupun tidak ada perkebunan mereka siap untuk ikut berkontribusi dalam peningkatan akses infrastruktur jalan dan jembatan,” ujarnya.

”Perusahaan PT HSL dan PT BHL siap menyediakan alat berat. Perusahaan lain, seperti PT TASK II, KMB, HAL, Uni Primacom, SISK, dan PT SSP siap membantu menyediakan operasional BBM-nya,” tambahnya.

Pembahasan terkait keterlibatan pihak perusahaan untuk ikut membantu memperbaiki akses infrastruktur jalan dilanjutkan dalam rapat yang dilaksanakan 26 November 2022 lalu di aula PT TASK II.

Pada pertemuan tersebut telah dilakukan perencanaan awal untuk pembangunan Jembatan Sei Pelanja di Desa Sebungsu. Jembatan Sei Pelanja menjadi akses masyarakat yang sangat penting yang menghubungkan tujuh desa, yaitu Desa Sebungsu menuju Desa Mujam, Merah, Luwuk Sampun, Wonosari, Bukit Makmur, dan Mekar Sari.

”Jembatan Sei Pelanja juga sudah ditindaklanjuti oleh Pemkab Kotim dan sudah diusulkan tahun ini. Tahun depan rencananya akan dibangun jembatan permanen menggunakan dana APBD Kotim. Tetapi, untuk sementara jembatan yang sempat putus dibantu beberapa perusahaan untuk dilakukan perbaikan darurat,” ujarnya.

Menurut Admadi, sebenarnya ada akses jalan lain, yakni melewati jalan poros provinsi menuju PT Uni Primacom. Hanya saja, jalannya agak jauh larena berputar. Lebih cepat melewati Jembatan Sei Pelanja di Desa Sebungsu.

Selain itu, lanjutnya, pembukaan akses jalan alternatif dari Desa Sebungsu menuju Desa Mujam juga masuk pembahasan. ”Sejumlah desa, termasuk Desa Sebungsu rawan banjir. Setiap musim hujan selalu terendam, sehingga saya memerlukan peran dan bantuan pihak perusahaan agar dapat memperbaiki jalur alternatif yang dapat diakses masyarakat dengan mudah dari Desa Sebungsu menuju Desa Mujam,” ujarnya.

Pos terkait